Ada sesuatu yang kurang, ada perasaan yang menghantui saya, ada ketakutan-ketakutan yang membisiki dengan hebohnya
Saya berbeda, tidak sama dengan tekad semasa itu. Saya berbeda, dan saya merasa rindu pada masa masih biasa
Saya rindu dengan masa nyaman menjadi seorang yang....dulu. Berkumpul bersama mereka, diingatkan dengan hal-hal setelah dunia
Bukan itu, mungkin timbul kepengecutan menghadapi apa yang sudah saya minta-minta. Rasanya penuh tanya, rasanya takut, rasanya ragu benarkah ini yang seharusnya
Benarkah saya menjauh? Apakah yang sudah terlewat jauh?
Pengorbanan, pilihan, pagi hingga malam, kebersamaan, menduakan banyak hal, hari yang berbeda, fikiran yang bergumul-gumul, perbandingan-perbandingan, kehampaan, benarkah ini jalan saya?
Mungkinkah setiap orang akan ada pada masa ketika ia mempertanyakan apa yang sudah lama yang ia impikan?
Sebenarnya saya tidak ingin mengakui perasaan ini. Tapi tidak seharusnya dipendam dalam dusta, dan kini waktunya bercerita
Saya tidak sanggup menceritakan dengan jelas, biarlah kode-kode seperti ini membantu melepas sesak di dada.
Saya sudah berbeda, belum jauh, tapi mungkin akan lebih jauh.Tidak apa jika itu baik, tapi bagaimana kalau sampai kehilangan tujuan utama?
Mengingatnya dalam bentuk kata mungkin tidak mustahil, tapi merasakannya lagi, menghirup secercah harapan yang dulu berkobar-kobar
Mungkin saya butuh jeda, Berhenti sebentar dari semua ini. Tapi tidak! Saya bahkan belum melakukan apa-apa, persiapan ini tidak cukup, sama sekali tidak mendekati cukup. Saya malu kenapa begitu lama, miris rasanya.
Ketika diri sendiri memang menjadi tantangan yang utama, ketika bayangan-bayangan menambah bumbu supaya drama semakin seru, ketika setiap hari ada yang kurang berarti, ketika semuanya harus disyukuri tapi kemudian kembali berfikir keras sekali, ketika lupa menjadi resep utama, saya merasa payah
Saya butuh kembali langkah awal dan melihat keadaan sekarang dari masa itu. Saya tahu kemana harus berlari, namun bagaimana caranya terasa begitu jauh. Saya jatuh.
Banyak sekali yang tertunda, banyak sekali niat yang terbengkalai, dan lebih banyak lagi penyesalan-penyesalan yang menghantui diri sendiri. Seakan-akan fikiran-fikiran ini menjadi awan di segala penjuru langit. Saya butuh kembali pada yang seharusnya.
A full-time grateful-er to be
Sunday, August 10, 2014
Tuesday, July 1, 2014
Marhaban dan 3 Hari Hore :D
Marhaban yaa Ramadhaaann :D
Selamat datang duhai bulan penuh ampunan, bulan dengan pahala seribu bulan, bulan kelahiraaann :D
Saya rinduuuu sekali masa-masa karnaval menyambut Ramadhan saat SD dulu. Jalan kaki beramai-ramai, bawa papan tulisan-tulisan hasil buatan sendiri, bagi-bagi stiker, menyanyikan lagu-lagu bersama teman-teman, riuh rendah suara koor kompak anak-anak penuh semangat
Cuaca memang terik, kota Medan selalu dihangatkan matahari. Namun semua pertanda alam itu tidak sanggup melebur antusiasme kaki-kaki kecil kita untuk menyambut Ramadhan tercinta
Sekarang, kaki-kaki kecil itu sudah bertumbuh lebih besar, jejaknya sudah dan akan terus tersebar, kita yang tertatih-tatih tiap mendengar bunyi bel pertanda masuk kelas, kita yang memekik tiap saling berkerjaran, kini sudah menyebar, kini sudah melebar XD
Di siang yang hangat ini, tepat hari kedua Ramadhan, tepat hari kedua juga saya pulang dari pertemuan pertama bersama teman-teman seperjuangan sepertukaran *ahai
Pada tanggal 25 Juni 2014 yang lalu, sahabat si raja rimba mencengkram angkasa, tergeluti awan-awan mengantar kami menuju kita
Hari pertama, pertemuan 39 yang nantinya akan menjadi 45 kita riuhkan dengan sapa, tanya nama, bicara beragam bahasa. Kita bertemu, untuk pertama kalinya, di bandara ibukota. Hai, wajah-wajah yang penuh duga, ini saya, yang masih ada diantara
Tapi sejak detik itu juga saya tau, hati-hati kita akan bersatu, padu memandu perjalanan yang terus kita perjuangan. Saya berjanji, akan berusaha agar kita bertemu lagi, agar jangan dulu diganti
Jadi yah ceritanya, kita kumpul di salah satu resto di bandara itu, uhuy, ributnya kita memenuhi udara XD
Setelah beberapa kandidat lain tiba, kita lanjutkan perjalanan dari cengkareng menuju Jakarta Barat, tempat kita akan menjalin rindu setelah 3 hari berpadu
Actually, disana itu ngga ngumpul lengkap. Ada beberapa yang udah di hotel, ada yang nyampe ntar malem, ada yang ngga bisa datang karena lagi periode jugaa
Kita naik bus menuju hotel, perjalanan pertama kita dalam satu kendaraan yang sama
Sampai hotel, masuk ke kamar masing-masing yang udah dibagi sebelumnya, Sholat, terus ngumpul di lobby, dan menuju aula bersama-sama. Makan malam, pengarahan, daaannn istirahat
Saya satu kamar dengan seorang gadis dari Kalimantan Timur. Dia adalah seorang yang sangat pengertian, penuh semangat, bergerak cepat, teman bercerita yang cerdas. Diakhir pertemuan, walau beda yang dipercaya, kami saling menautkan tangan dan berdoa bersama. Belakangan saya baru tahu kalau dia adalah duta pariwisatanya Kaltim dan pernah diwawancarai VOA pas lagi ada acara di US. Duh, roommate, kamu penuh rahasia! ;D
Jadi keesokan harinya, Jum'at, 26 Juni 2014, pagi-pagi buta, kita bersiap-siap untuk acara utama. Yak, medical check up sodara-sodara. Kita tidak sarapan, harus puasa dulu, jadi langsung deh melesat cepat menuju salah satu rumah sakit di daerah kuningan
Sampai sana, belum buka, belum mulai pemeriksaannya hahaha kepagian -.-" Jadi cerita-cerita aja, mengabdikan momen di kamera, hingga satu persatu nama kita dipanggil
Selama sesi cerita-cerita yang ada juga curcol-curcolnya ituuu, saya menemukan kembaran yang sudah begitu lama hilang, bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya
Kak Aim namanya, gadis dari Bangka Belitung. Kita sama-sama anak psikologi, berjilbab, berkacamata, pakai baju orange pada hari itu, dan........tangan kita.............
Ukur~ ukur~ ukur~ tinggi badan, berat badan, mata, tekanan darah, pengambilan darah, pemeriksaan tht, tulang, air seni, roengent, mmmm apa lagi ya.... setelah itu baru deeehh bisa makan :D
Setelah semua selesai, kita balik ke hotel, makan siang lagi hihihi. Terus pengarahan. Kemenpora first. Bapak-bapak menginspirasi yang keren sekali. Terus istirahat, daaannn ba'da maghrib kembali berkumpul. Ada info yang salah, saya dan roommate kira kumpul jam 19.30 itu untuk makan, ternyata....itu harus udah makan. Jadi deh kita diet, ga makan malam XD
Pengarahan dimulai kembali, kali ini dari alumni-alumni senior. Mendadak kita di tes!!! Oke... ketar ketir getir rasanyaaa. Ada 3 meja, meja 1 untuk international issue, meja 2 untuk tentang diri sendiri, meja 3 untuk menari dan bernyanyi. Aaaaa shock.....tapi alhamdulillah :"
Selesai itu udah tengah malam, lanjut ukur batik, ngobrol, hingga tidur di jam 2 pagi hihihi. Esoknya, alarm khas roommate saya (saya sekarang saya jadikan alarm juga) berkali-kali di snooze sanking kita kantuknya XD lagian pagi ini kita tidak harus kembali bangun pagi-pagi buta kok :D
Sabtu, 27 Juni 2014, pasca berhasil membuka mata, bersiap-siap, sarapan, daaannnn tibalah saat-saat terakhir itu....kita akan kembali ke pangkalan masing-masing, hampir ke setiap 34 provinsi yang ada di tanah air, ibu pertiwi yang begitu mutakhir
Dalam waktu 3 hari, saya bertemu 38 teman-teman se-nusantara yang.....ah....kalau boleh sebut satu-satu...dari barat hingga ke timur.... ada kak arief yang kharismatik, bang yugo yang emang udah kenal duluan huaha ini orang super sekali, vani yang imut nan lugu, kak ary yang suka main tebak-tebakan dan hipnosis-hipnosisan, kak lia ibu peri yang jagonya membawa keramaian, kak aim my twins!! :*, koko handri yang bersahabat sekaliii, kak mute yang sejak sebelum ketemu udah terasa super care dan melindungi, lyanda yang panggilan sayangnya li, kak hesti yang berinisiatif tinggi, koko jeffry yang lucu dan cerianya mengalahkan mentari, kak aii yang mengagumkan sekali, kak gilang yang berprinsip ta'aruf hihihi, kak syifa yang super ibu hore kita banget, kak rifan yang sepertinya lebih suka bertindak daripada berbicara, kak wawan oppaaaaa ini lucunya ampun-ampunan :", kak amel imam sholat jamaah dadakan kita yang pernah ke uk *envy*, mas bagus yang kata kak aii matanya bersinar, kak frischa gadis bali super cantik nan cerdas, kak ihram yang sepertinya mirip kak rifan >o<, kak mimin sang bodyguard kece, kak adam anak hardcore yang pernah punya rambut gimbal, kak takim blasteran yang tenang nan meneduhkan ahai, pingkan super pingkan pingkan muah muah, kak rihaf yang pertama kali naik bus kita sebelahan-doi cerdas sekali dan super jagoooo desain, kak rahmi kakak pkk hihihi cerianya sepanjang masa- tetangga kamar yang paling sering jemput bibah-pingkan untuk kumpul ke aula, kak cici yang mirip kakak penginsprirasi di kampus, kak linda sang annisa pohan yang fasih bahasa prancis, dedek theo yang cerdik dan ngajak ngomongin ggs hahaha, kak andin yang malu-malu disuapin nasi goreng hihi terus kita sering bareng-bareng cerita banyaaak hal :*, kak ichal yang sepertinya mirip kak rifan kak ihram atau mungkin saya yang belum berinteraksi lebih banyak dengan mereka huhuhu, kak ewis sang mutiara dari timur, kak renny yang imut dan lincah, kak jeri yang fasih banget sama berbagai kesenian, kak jeni abang yang lucunya ampun-ampunan pemecah segala beku dan kaku, kak rara yang super cantik dan jago musik kyaaa, kak ando bapak hore yang kepemimpinannya melimpah ruah, daaaannn daeng adi yang santai tapi serius. Semoga kita semua lulus mcu-nya....uni dhia dan kak dena yang belum sempat ketemu karena lagi periode juga semoga bisa ketemu di pdt, dan.....4 teman lainnya utusan pusat yang akan segera berkumpul juga :D
Hingga bus kembali melaju dengan syahdu, tawa kita yang ada di udara mendadak berkabut pertanda akan rindu. Hingga tiba di bandara, satu persatu kita masuk ke pintu-pintu yang membawa kembali ke halaman beranda. Doa saya satu, semoga Allah izinkan kita berjumpa lagi, dalam program yang sesungguhnya, hingga menyelesaikannya, hingga juga menjalankan tugas setelahnya, hingga menjadi pemuda-pemudi yang bermanfaat untuk yang lainnya, untuk Indonesia, untuk bangsa, negara, juga agama. Allahumma amiinn... Allahumma amiinn...
Selamat datang duhai bulan penuh ampunan, bulan dengan pahala seribu bulan, bulan kelahiraaann :D
Saya rinduuuu sekali masa-masa karnaval menyambut Ramadhan saat SD dulu. Jalan kaki beramai-ramai, bawa papan tulisan-tulisan hasil buatan sendiri, bagi-bagi stiker, menyanyikan lagu-lagu bersama teman-teman, riuh rendah suara koor kompak anak-anak penuh semangat
Cuaca memang terik, kota Medan selalu dihangatkan matahari. Namun semua pertanda alam itu tidak sanggup melebur antusiasme kaki-kaki kecil kita untuk menyambut Ramadhan tercinta
Sekarang, kaki-kaki kecil itu sudah bertumbuh lebih besar, jejaknya sudah dan akan terus tersebar, kita yang tertatih-tatih tiap mendengar bunyi bel pertanda masuk kelas, kita yang memekik tiap saling berkerjaran, kini sudah menyebar, kini sudah melebar XD
Di siang yang hangat ini, tepat hari kedua Ramadhan, tepat hari kedua juga saya pulang dari pertemuan pertama bersama teman-teman seperjuangan sepertukaran *ahai
Pada tanggal 25 Juni 2014 yang lalu, sahabat si raja rimba mencengkram angkasa, tergeluti awan-awan mengantar kami menuju kita
![]() |
| Saya terbang bersama partner in crime, eh engga deng hahaha, bersama Bang Yugo -pasangan utusan dari Sumut dan Dhika -sahabat sejak SMA yang ngga sengaja 1 pesawat, jodoh! :* |
Hari pertama, pertemuan 39 yang nantinya akan menjadi 45 kita riuhkan dengan sapa, tanya nama, bicara beragam bahasa. Kita bertemu, untuk pertama kalinya, di bandara ibukota. Hai, wajah-wajah yang penuh duga, ini saya, yang masih ada diantara
Tapi sejak detik itu juga saya tau, hati-hati kita akan bersatu, padu memandu perjalanan yang terus kita perjuangan. Saya berjanji, akan berusaha agar kita bertemu lagi, agar jangan dulu diganti
Jadi yah ceritanya, kita kumpul di salah satu resto di bandara itu, uhuy, ributnya kita memenuhi udara XD
Setelah beberapa kandidat lain tiba, kita lanjutkan perjalanan dari cengkareng menuju Jakarta Barat, tempat kita akan menjalin rindu setelah 3 hari berpadu
Actually, disana itu ngga ngumpul lengkap. Ada beberapa yang udah di hotel, ada yang nyampe ntar malem, ada yang ngga bisa datang karena lagi periode jugaa
Kita naik bus menuju hotel, perjalanan pertama kita dalam satu kendaraan yang sama
Sampai hotel, masuk ke kamar masing-masing yang udah dibagi sebelumnya, Sholat, terus ngumpul di lobby, dan menuju aula bersama-sama. Makan malam, pengarahan, daaannn istirahat
Saya satu kamar dengan seorang gadis dari Kalimantan Timur. Dia adalah seorang yang sangat pengertian, penuh semangat, bergerak cepat, teman bercerita yang cerdas. Diakhir pertemuan, walau beda yang dipercaya, kami saling menautkan tangan dan berdoa bersama. Belakangan saya baru tahu kalau dia adalah duta pariwisatanya Kaltim dan pernah diwawancarai VOA pas lagi ada acara di US. Duh, roommate, kamu penuh rahasia! ;D
![]() |
| Miss Pingkan, miss you! :" |
Sampai sana, belum buka, belum mulai pemeriksaannya hahaha kepagian -.-" Jadi cerita-cerita aja, mengabdikan momen di kamera, hingga satu persatu nama kita dipanggil
Selama sesi cerita-cerita yang ada juga curcol-curcolnya ituuu, saya menemukan kembaran yang sudah begitu lama hilang, bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya
Kak Aim namanya, gadis dari Bangka Belitung. Kita sama-sama anak psikologi, berjilbab, berkacamata, pakai baju orange pada hari itu, dan........tangan kita.............
![]() |
| Posisi tahi lalat yang sama pada tangan sebelah kiri yang langkaaa :"D |
Ukur~ ukur~ ukur~ tinggi badan, berat badan, mata, tekanan darah, pengambilan darah, pemeriksaan tht, tulang, air seni, roengent, mmmm apa lagi ya.... setelah itu baru deeehh bisa makan :D
Setelah semua selesai, kita balik ke hotel, makan siang lagi hihihi. Terus pengarahan. Kemenpora first. Bapak-bapak menginspirasi yang keren sekali. Terus istirahat, daaannn ba'da maghrib kembali berkumpul. Ada info yang salah, saya dan roommate kira kumpul jam 19.30 itu untuk makan, ternyata....itu harus udah makan. Jadi deh kita diet, ga makan malam XD
Pengarahan dimulai kembali, kali ini dari alumni-alumni senior. Mendadak kita di tes!!! Oke... ketar ketir getir rasanyaaa. Ada 3 meja, meja 1 untuk international issue, meja 2 untuk tentang diri sendiri, meja 3 untuk menari dan bernyanyi. Aaaaa shock.....tapi alhamdulillah :"
Selesai itu udah tengah malam, lanjut ukur batik, ngobrol, hingga tidur di jam 2 pagi hihihi. Esoknya, alarm khas roommate saya (saya sekarang saya jadikan alarm juga) berkali-kali di snooze sanking kita kantuknya XD lagian pagi ini kita tidak harus kembali bangun pagi-pagi buta kok :D
Sabtu, 27 Juni 2014, pasca berhasil membuka mata, bersiap-siap, sarapan, daaannnn tibalah saat-saat terakhir itu....kita akan kembali ke pangkalan masing-masing, hampir ke setiap 34 provinsi yang ada di tanah air, ibu pertiwi yang begitu mutakhir
Dalam waktu 3 hari, saya bertemu 38 teman-teman se-nusantara yang.....ah....kalau boleh sebut satu-satu...dari barat hingga ke timur.... ada kak arief yang kharismatik, bang yugo yang emang udah kenal duluan huaha ini orang super sekali, vani yang imut nan lugu, kak ary yang suka main tebak-tebakan dan hipnosis-hipnosisan, kak lia ibu peri yang jagonya membawa keramaian, kak aim my twins!! :*, koko handri yang bersahabat sekaliii, kak mute yang sejak sebelum ketemu udah terasa super care dan melindungi, lyanda yang panggilan sayangnya li, kak hesti yang berinisiatif tinggi, koko jeffry yang lucu dan cerianya mengalahkan mentari, kak aii yang mengagumkan sekali, kak gilang yang berprinsip ta'aruf hihihi, kak syifa yang super ibu hore kita banget, kak rifan yang sepertinya lebih suka bertindak daripada berbicara, kak wawan oppaaaaa ini lucunya ampun-ampunan :", kak amel imam sholat jamaah dadakan kita yang pernah ke uk *envy*, mas bagus yang kata kak aii matanya bersinar, kak frischa gadis bali super cantik nan cerdas, kak ihram yang sepertinya mirip kak rifan >o<, kak mimin sang bodyguard kece, kak adam anak hardcore yang pernah punya rambut gimbal, kak takim blasteran yang tenang nan meneduhkan ahai, pingkan super pingkan pingkan muah muah, kak rihaf yang pertama kali naik bus kita sebelahan-doi cerdas sekali dan super jagoooo desain, kak rahmi kakak pkk hihihi cerianya sepanjang masa- tetangga kamar yang paling sering jemput bibah-pingkan untuk kumpul ke aula, kak cici yang mirip kakak penginsprirasi di kampus, kak linda sang annisa pohan yang fasih bahasa prancis, dedek theo yang cerdik dan ngajak ngomongin ggs hahaha, kak andin yang malu-malu disuapin nasi goreng hihi terus kita sering bareng-bareng cerita banyaaak hal :*, kak ichal yang sepertinya mirip kak rifan kak ihram atau mungkin saya yang belum berinteraksi lebih banyak dengan mereka huhuhu, kak ewis sang mutiara dari timur, kak renny yang imut dan lincah, kak jeri yang fasih banget sama berbagai kesenian, kak jeni abang yang lucunya ampun-ampunan pemecah segala beku dan kaku, kak rara yang super cantik dan jago musik kyaaa, kak ando bapak hore yang kepemimpinannya melimpah ruah, daaaannn daeng adi yang santai tapi serius. Semoga kita semua lulus mcu-nya....uni dhia dan kak dena yang belum sempat ketemu karena lagi periode juga semoga bisa ketemu di pdt, dan.....4 teman lainnya utusan pusat yang akan segera berkumpul juga :D
Hingga bus kembali melaju dengan syahdu, tawa kita yang ada di udara mendadak berkabut pertanda akan rindu. Hingga tiba di bandara, satu persatu kita masuk ke pintu-pintu yang membawa kembali ke halaman beranda. Doa saya satu, semoga Allah izinkan kita berjumpa lagi, dalam program yang sesungguhnya, hingga menyelesaikannya, hingga juga menjalankan tugas setelahnya, hingga menjadi pemuda-pemudi yang bermanfaat untuk yang lainnya, untuk Indonesia, untuk bangsa, negara, juga agama. Allahumma amiinn... Allahumma amiinn...
![]() |
| Can't wait to see you soon...soon...soon! :D |
Labels:
PPAN - PPIK - ICYEP - CWY
Monday, June 16, 2014
It's Your Time, It's Your Turn
" It's your time, Allah give it to you, no matter how the other is "
Kurang lebih seperti itu yang dikatakan salah seorang senior pada sore tadi. Rasanya dalam sodara-sodara...ada yang membuncah di hati saya, rasa-rasa khawatir yang sesekali muncul, yang membawa perbandingan-perbandingan diri yang sudah jelas sebenarnya tidak perlu, kembali tersadarkan dengan kata-kata itu.
Saya percaya. Saya percaya. Saya Percaya :")
Apa yang ditentukan Allah tidak pernah salah. Bila ini saatnya, maka saya akan siap, dan Allah juga akan senantiasa menolong saya untuk semakin siap.
Eh....jangan-jangan senior tadi mind reader yak? :O
Tapi yah gitu, di saat-saat apapun, selalu ada Sang Penguat, secara langsung maupun melalui mahluknya
Ga perlu sedih-sedih yah pokoknya, masih banyaaaaakkkk yang perlu disyukuri daripada diratapi, aaahhh indah sekaliiii <3
If it s really your time, absolutely you can.
When the moment is your turn, you will never return.
Kurang lebih seperti itu yang dikatakan salah seorang senior pada sore tadi. Rasanya dalam sodara-sodara...ada yang membuncah di hati saya, rasa-rasa khawatir yang sesekali muncul, yang membawa perbandingan-perbandingan diri yang sudah jelas sebenarnya tidak perlu, kembali tersadarkan dengan kata-kata itu.
Saya percaya. Saya percaya. Saya Percaya :")
Apa yang ditentukan Allah tidak pernah salah. Bila ini saatnya, maka saya akan siap, dan Allah juga akan senantiasa menolong saya untuk semakin siap.
Eh....jangan-jangan senior tadi mind reader yak? :O
Tapi yah gitu, di saat-saat apapun, selalu ada Sang Penguat, secara langsung maupun melalui mahluknya
Ga perlu sedih-sedih yah pokoknya, masih banyaaaaakkkk yang perlu disyukuri daripada diratapi, aaahhh indah sekaliiii <3
If it s really your time, absolutely you can.
When the moment is your turn, you will never return.
Labels:
PPAN - PPIK - ICYEP - CWY
Wednesday, May 7, 2014
Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Menjawab :'D
Assalamualaikuuuuummm sahabaaattt *kutip pembukaan blog pika*
Harus mulai darimana saya tuangkan rasa haru ini? :'))))
***
Dua potong kalimat itu terhenti sekitar seminggu yang lalu, ketika saya ingin bercerita panjang lebar penuh antusias apa yang sudah terjadi
Saat itu ada panggilan yang membuat saya harus beranjak dari depan layar, menjadikan kalimat pembuka postingan saya bertahan sebagai draft, kemudian pola yang sama terus berlanjut hingga malam ini. Tidak terasa sudah seminggu berlalu dan begitu banyak hal-hal lain terjadi, memengaruhi kemurnian rasa yang sempat membumbung asa
Terkejut, bahagia, marah, kecewa, sedih, syukur, lupa, sabar, lelah dan begittttuuuuuuuu banyak emosi lainnya berganti-ganti menyelubungi saya
Hingga malam ini, saya masih kelelahan, banyak hal yang tiba-tiba berbeda sejak saat itu. Sungguh tidak ingin rasanya kehilangan greget ketika pertama kali mengetahui kabar itu, jantung yang berdebar-debar, mata yang berbinar-binar *duile*, semangat yang berkobar-kobar...
Saat itu, rasanya Allah kembali menunjukkan kebesaranNya, membuktikan bahwa tiada yang mustahil bagiNya. Saya, dengan segala kekurangan saya, Alhamdulillah lolos seleksi salah satu program pertukaran :')
Mimpi, cita-cita yang sudah bertahun-tahun dirangkai, angan yang terus dilukiskan, tiba hingga pada masa ketika doa-doa bersambut lembut :')
Saya sangat kaget saat tahu hal itu, sebelumnya tidak ada ekspektasi kelolosan, yang ada malah mengandalkan orang lain yang akan lolos. Tapi ternyata memang Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Menjawab.
Saya ingin bercerita lebih banyak, tapi mohon izinkan mata ini terlelap dahulu dan hati ini juga kembali stabil. Sungguh, banyak kemungkinan-kemungkinan ketika apa yang di depan mata bisa sekejap habis masa. Saya belum tentu berangkat, teman-teman...akan saya ceritakan kemudian juga tentang ini.
Tetap semangat, tetap percaya pada kekuatan doa, tetap yakin Dia adalah pembolak-balik hati yang memiliki paling banyak kejutan, dan sekarang ini tidurlah yang nyenyak dulu... :)))
Harus mulai darimana saya tuangkan rasa haru ini? :'))))
***
Dua potong kalimat itu terhenti sekitar seminggu yang lalu, ketika saya ingin bercerita panjang lebar penuh antusias apa yang sudah terjadi
Saat itu ada panggilan yang membuat saya harus beranjak dari depan layar, menjadikan kalimat pembuka postingan saya bertahan sebagai draft, kemudian pola yang sama terus berlanjut hingga malam ini. Tidak terasa sudah seminggu berlalu dan begitu banyak hal-hal lain terjadi, memengaruhi kemurnian rasa yang sempat membumbung asa
Terkejut, bahagia, marah, kecewa, sedih, syukur, lupa, sabar, lelah dan begittttuuuuuuuu banyak emosi lainnya berganti-ganti menyelubungi saya
Hingga malam ini, saya masih kelelahan, banyak hal yang tiba-tiba berbeda sejak saat itu. Sungguh tidak ingin rasanya kehilangan greget ketika pertama kali mengetahui kabar itu, jantung yang berdebar-debar, mata yang berbinar-binar *duile*, semangat yang berkobar-kobar...
Saat itu, rasanya Allah kembali menunjukkan kebesaranNya, membuktikan bahwa tiada yang mustahil bagiNya. Saya, dengan segala kekurangan saya, Alhamdulillah lolos seleksi salah satu program pertukaran :')
Mimpi, cita-cita yang sudah bertahun-tahun dirangkai, angan yang terus dilukiskan, tiba hingga pada masa ketika doa-doa bersambut lembut :')
Saya sangat kaget saat tahu hal itu, sebelumnya tidak ada ekspektasi kelolosan, yang ada malah mengandalkan orang lain yang akan lolos. Tapi ternyata memang Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Menjawab.
Saya ingin bercerita lebih banyak, tapi mohon izinkan mata ini terlelap dahulu dan hati ini juga kembali stabil. Sungguh, banyak kemungkinan-kemungkinan ketika apa yang di depan mata bisa sekejap habis masa. Saya belum tentu berangkat, teman-teman...akan saya ceritakan kemudian juga tentang ini.
Tetap semangat, tetap percaya pada kekuatan doa, tetap yakin Dia adalah pembolak-balik hati yang memiliki paling banyak kejutan, dan sekarang ini tidurlah yang nyenyak dulu... :)))
Labels:
PPAN - PPIK - ICYEP - CWY
Monday, March 3, 2014
My Short Story For KASEP 2014
Seperti yang dijanjikan, here you are, my short story is for you :D Cerpen ini terinspirasi dari kisah John Nash seorang ilmuwan penderita skizofrenia yang sudah difilmkan dengan judul Beautiful Mind, cita-cita salah seorang adikku yang ingin jadi intel, penyadapan yang dilakukan Aussie tahun lalu terhadap Indonesia, daaann tentunya DSM IV-TR beserta buku abnormalnya Neale yang enak dibaca huaha XD Semoga sodara-sodara ndak kecewa ya setelah bacanya, karena....ngga keren-keren banget sebenarnya >_< Salam aaanntusias!!
Perkumpulan Rahasia
Oleh: Siti Habibah Rhadiatullah
Mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
Aku sangat yakin kemarin malam Fira datang ke rumah, mengantar berkas-berkas perkumpulan rahasia kami. Tapi aku tidak mengerti kenapa ia tidak mau mengakui hal itu, memang benar perkumpulan rahasia ini tidak bisa dibicarakan disembarang tempat, tapi kami hanya berdua disini, menurutku bukan masalah kalau kami membicarakan hal ini.
"Anna, aku gak ngerti apa yang kamu maksud, perkumpulan apa? Tadi malam aku benar-benar tidak pergi kemana-mana, serius "ucap Fira sambil menatapku heran.
"Ayolah Fir, tidak ada orang lain disini, kita bisa bebas membicarakan berkas-berkas semalam" aku tetap bersikeras.
"Maaf Anna, aku harus cepat pulang, ada yang harus aku kerjakan dirumah, sampai jumpa besok ya, daahh" pamit Fira buru-buru kepadaku.
Aku hanya terdiam melihatnya berlalu, memperhatikan punggungnya yang makin menjauh. Aku tahu kemarin malam Fira datang bersama Firman untuk mengantar berkas-berkas itu, tapi tadi saat sebelum bertanya pada Fira, aku juga bertanya pada Firman, ia juga tidak mengakui hal itu, aku tidak mengerti, kenapa sih?
***
Jarum jam dinding di kamarku menunjukkan pukul 9 malam, aku baru saja masuk kamar, tadi aku kedatangan tamu lagi, akhir-akhir ini setiap malam selalu ada utusan dari perkumpulan rahasia yang datang ke rumahku. Perempuan tadi bernama Shelda, aku belum pernah kenal dia sebelumnya. Tadi dia memberitahukan aku hal penting, alasan mengapa Fira dan Firman tidak mau mengakui tentang kedatangan mereka, mengapa mereka berpura-pura tidak ada apa-apa adalah karena tidak suka kehadiranku di perkumpulan rahasia. Harapan mereka aku merasa bingung, lalu tertekan dan mengundurkan diri. Oh! Tega sekali mereka yang dulu mengaku sahabatku.
Sebenarnya ada yang harus aku katakan kepada kalian, perkumpulan rahasia kami ini memang berbahaya, namun sangat istimewa. Kami adalah kelompok pemuda terpilih yang diutus secara tersembunyi oleh pemerintah untuk menjadi mata-mata. Akhir-akhir ini begitu marak penyadapan data-data negara oleh pihak asing, pemerintah mencurigai adanya campur tangan orang dalam, dan berdasarkan penelusuran terselubung, orang dalam itu memiliki agen-agen mahasiswa di beberapa kampus yang potensial, termasuk kampus kami.
Kami, para pemuda terpilih ini harus berkompetisi untuk memecahkan kode-kode rahasia yang menjadi petunjuk siapa yang bertanggung jawab atas kebocoran rahasia negara, siapa saja agen-agen mahasiswa yang diberdayakan, bagaimana cara kerja mereka, motif dibalik semua ini, dan sebagainya. Kami bekerja sama dengan intel. Ini sungguh istimewa, sebelumnya intel tidak pernah bekerja sama dengan orang lain, dan coba bayangkan hadiah besar yang menanti kami? Selain materi maupun penghargaan, beberapa dari kami akan direkrut menjadi anggota tetap intel negara! Oh alangkah menggiurkannya, itu impianku sejak kecil!
Hanya saja jumlah yang akan direkrut tersebut tidak ada yang mengetahui, pastinya hanya sedikit, ini yang menyebabkan diantara kami ada yang mencoba saling menjatuhkan, bekerja sama saat butuh namun setelah itu mencoba menikam. Itu yang dikatakan Shelda, dan aku percaya, terlebih lagi setelah merasakan apa yang Fira dan Firman coba lakukan. Namun aku tidak mau ambil pusing, sekarang lebih baik aku menyusun rencana selanjutnya.
***
Rencanaku sudah bulat, sebulat telur rebus yang dibuat mama untukku pagi ini. Aku akan menemukan kode-kode yang Fira dan Firman coba pecahkan, lalu kode tersebut akan aku kacaukan, sehingga akan memperlama waktu mereka. Selagi mereka menyusun ulang kode-kode itu lagi, aku akan mengajukan interpretasi kode-kode yang sudah aku susun ke ketua perkumpulan, seorang pemuda yang sudah menjadi anggota tetap intel negara. Semoga dia terkesan dengan kecepatanku memecahkan kode-kode itu dan merekomendasikan aku terpilih menjadi anggota tetap intel juga. Amin!
"Nak, kalau makan jangan melamun, telur rebusmu mulai dingin tuh" suara mama memecah lamunanku.
"Eh iya ma, aku cuma lagi mikir aja kok, Shelda kok akhir-akhir ini jadi jarang datang ya?" Tanyaku pada mama.
"Shelda? Kamu udah beberapa kali sebut nama itu, tapi mama belum pernah ketemu deh sama dia, setiap datang dia juga ga nyalamin mama, pemalu banget apa ya anaknya? "Interogasi mama.
"Masa sih mama ga pernah lihat? Dia pernah kok papasan sama mama di taman belakang, mama lupa aja kali "jawabku membela.
Mama hanya mengangkat bahu dan berlalu, menuju dapur, mungkin mau mencuci piring-piring sisa makan kami semalam.
Ttttteeetttt .... teeettt ... Ttteeettt ....
Itu suara bel rumahku, lalu terdengar ketukan pintu berirama 2-1-2, khusus sandi perkumpulan kami. Itu pasti Shelda! Aha, aku bisa meminta dia menemaniku mencari kode-kode milik Fira dan Firman. Tanpa ba-bi-bu lagi, aku langsung bergegas menuju pintu depan dan membukanya, benar sekali yang berdiri didepanku sekarang adalah Shelda.
"Hai Ann, siap untuk hari ini?" Tantang Shelda dengan cool.
"Memangnya hari ini ada apa?" Seingatku aku belum punya janji apa-apa dengannya.
"Aku tau Ann, aku akan temenin kamu cari kode-kode milik Fira dan Firman, tenang aja, aku punya petunjuk kok" ucap Shelda ceria.
Aku terdiam, kenapa dia bisa tahu? Apakah dia bisa membaca pikiranku?
"Hahaha, jangan takut gitu Ann, kamu kaget ya? Aku udah duga aja kok kamu bakal ngelakuin ini setelah aku kasih tau tentang rencana Fira dan Firman, ini normal banget Ann "ujar Shelda dengan tetap ceria.
"Ya aku ngerasa aneh aja kamu kenapa bisa tahu, aku jadi khawatir banyak yang tahu juga" jawabku pelan.
"Oh engga kok haha ayo kita ke aula kampus sekarang, aku tahu mereka sedang disana, mereka sedang latihan teater, kita bisa bongkar tas mereka dengan bebas. Sebagai orang kepercayaan kepala, aku punya luas untuk tahu identitas lengkap semua anggota perkumpulan kita, aku bisa akses keberadaan semuanya "kata Shelda.
"Yah okedeh, yuk yah" jawabku singkat walau masih ada perasaan aneh.
***
Aku ga nyangka! Ternyata Fira dan Firman adalah agen-agen mahasiswa yang membantu membobol data negara, mereka penuyusup di perkumpulan rahasia kami. Shelda salah sangka, mereka bukan ingin terpilih menempati posisi anggota tetap intel dengan menyingkirkan anggota-anggota klub lain satu persatu, tapi mereka memang berencana membubarkan perkumpulan rahasia ini secara perlahan. Ya ampun.
Tadi saat aku dan Shelda memeriksa tas mereka, aku menemukan banyak sekali jawaban. Sebenarnya didalam tas mereka yang menjadi indikator hanyalah kunci yang direkatkan pada kertas berisi sandi rumput. Beruntung aku dulu pernah ikut pramuka, aku mengerti sandi tersebut, sandi tersebut berisi kode dimana mereka harus mengambil barang-barang yang dititipkan oleh atasan mereka. Dugaanku, sebelum aku dan Shelda memeriksa tas mereka, ada seseorang yang terlebih dahulu memasukkan pesan tersebut untuk mereka, namun sebelum mereka membaca pesan tersebut, kami sudah lebih dulu mengetahuinya.
Sesuai pesan tersebut, aku mengajak Shelda menuju kantin lama kampus. Kantin yang rencananya akan direnovasi tersebut sampai sekarang masih berantakan, belum ada tanda-tanda akan kembali dijamah. Aku membuka rak kecil di sudut dapur bekas kantin yang terlihat lebih bersih dari bagian kantin yang lain. Ada lencana agen milik klub asal mereka, ada alat-alat mutakhir yang bisa digunakan untuk membobol apa saja, ada segepok uang negara asing yang disertai surat. Kali ini surat tersebut tidak menggunakan sandi rumput, namun sandi angka. Mudah, aku bisa membacanya. Dari situ aku mengerti bahwa mereka, Fira dan Firman adalah agen penyusup tersebut. Shelda juga tidak menyangka, ia bergegas menelfon ketua perkumpulan rahasia kami.
Sekitar 15 menit kemudian, Shelda mengakhiri sambungan telfonnya. Ia mengatakan semua akan segera diurus pihak intel, kami harus segera pergi dari sini membawa semua barang bukti ini. Kami bergegas menuju markas perkumpulan rahasia.
***
"Sudah lebih dari satu bulan Anna jadi aneh begini ma, kalau diajak bicara suka ngawur, aku juga pernah lihat dia lagi tulis-tulis banyak angka di dinding kamar, tapi semua itu gak ada maksudnya ma, sama sekali bukan pelajaran dikampus kami, aku khawatir "ucap Azta, kakak kembar Anna, pada mamanya.
Mama hanya terdiam, terlihat berpikir keras, lantas berkata, "Kamu tahu temennya Anna yang namanya Shelda ngga?"
"Shelda? Aku ga pernah tau Anna punya temen yang namanya Shelda deh. Emang kenapa si Shelda itu ma? "Tanya Azta.
"Anna sering cerita kalau sedang pergi bersama Shelda, katanya juga Shelda sudah sering datang ke rumah. Tapi mama ga pernah lihat tuh, kamu pernah lihat temennya yang ga kamu kenal datang ke rumah "? mama balas bertanya.
"Ma, aku ga pernah lihat Anna berteman dengan siapapun sekarang, di kampus dia selalu sendirian, aku sempat tanya ke temen dekatnya dulu, Fira dan Firman, mereka juga bilang kalau Anna sekarang menjauhi mereka. Bahkan mereka pernah melihat Anna membuka-buka tas mereka, menemukan coretan-coretan iseng Firman saat bosan mendengarkan kuliah, lalu membawa coretan itu pergi sambil tertawa, aneh ma. Kalau tahu akan jadi seperti ini, aku ngga akan ambil program akselerasi ma, kami jadi beda tingkat sekarang, aku udah sibuk ngurus skripsi disaat dia mungkin kesulitan dengan pelajaran yang sekarang, pelajaran paling berat memang ada di semester dia sekarang, dan aku ga bisa temenin dia sepenuhnya "Azta mulai terisak.
"Azta, kalian udah mulai dewasa, ga mungkin juga nempel terus, Anna juga bukan tanggung jawab kamu kok, yaudah nanti mama coba bicara ya sama Anna" kata mama tenang.
Kebetulan sekali, tidak lama kemudian terdengar salam, Anna sudah pulang, segera menyalam mama, kemudian berkata, "Ma, mama kan selalu penasaran tentang Shelda, ini ma orangnya, mama pernah lihat dong sebelumnya?"
Mama tertegun sejenak, "Eh iya nak, oh ini ya Shelda, cantik ya, ahya mama baru ingat ada yang harus mama kerjakan di kamar, kalau bisa kamu dan Shelda tolong bantu mama kasih makan ikan di kolam belakang dulu ya nak".
Anna mengangguk dengan semangat, "Kami ngga lama kok ma perginya, nanti aku beli ya ikan titipan mama".
Mama mengangguk, tersenyum menahan tangis. Wajah Azta pucat, matanya masih membesar, bibirnya sedikit terbuka.
"Ma, mama kenapa berpura-pura kalau Shelda itu ada? Mama lihat sendiri kan kalau Anna tadi sendirian? " Azta masih shock.
Mama menarik napas dalam-dalam, diraihnya tangan Azta, "Azta, ada yang harus mama ceritakan, ayo kita ke kamar"
Sembari bergandengan tangan mereka berdua berjalan ke kamar. Sampai di kamar, mama membuka lemari pakaian dan mengeluarkan kotak seukuran 3x lebih kecil dari kardus air mineral cup yang kulitnya berlapiskan beludru hitam. Kotak tersebut dibuka, samar-samar tercium aroma bunga melati, bunga kesukaan mama. Dalam kotak terebut ada surat-surat, foto-foto, guntingan-guntingan koran, dan perhiasan-perhiasan mama.
Mama menunjukkan satu foto ke Azta. "Ini kita berempat Azta, 19 tahun yang lalu, tepat usia kalian 1 tahun, bahagia sekali rasanya. Sebelum semuanya berubah, sebelum papa jadi berbeda ", suara mama terdengar getir.
"Kamu nyimak ngga kalau tadi saat mama minta tolong Anna kasih makan ikan, jawaban Anna malah ngga nyambung?" Mama kembali bertanya.
Azta mengangguk. "Iya ma, sebulan terakhir ini setiap aku ajak bicara, Anna memang berbeda. Terkadang ia berperilaku seolah-seolah menjadi seorang detektif yang tidak bisa diketahui identitasnya. Tapi ia juga pernah keceplosan menyebut-nyebut agen negara, perkumpulan rahasia, dan sebagainya ".
"Dulu, papa juga seperti itu", suara mama terdengar lirih. "Berdasarkan penelitian, yang sebenarnya masih jadi pembicaraan, penyakit ini bisa turun ke kalian. Ke mama juga bisa, tapi lebih besar kemungkinan untuk muncul di kalian. Nama penyakit ini skizofrenia, Azta. Skizofrenia. "
Azta menatap mata mama yang berkaca-kaca, kemudian berkata dengan suara yang parau, "Lanjutkan ma, Azta akan tetap nyimak".
"Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa, dari begitu banyak gangguan jiwa lainnya. Pengidapnya akan sulit membedakan antara dunia nyata dengan dunia yang secara tidak sengaja ia buat sendiri. "
Azta menimpali, "Jadi... Shelda itu bisa dibilang teman khayalan Anna, ma? Dulu papa juga punya teman khayalan? "
Mama tersenyum, "Iya Azta, teman khayalan papa adalah seorang Menteri Pertahanan. Papa jadi sering kompleks mikirin masalah keamanan negara. Itu awalnya, lama-lama jadi semakin parah, selama 6 bulan lebih papa terjebak dalam pikirannya sendiri. Papa tidak mau berangkat kerja, papa bilang harus mengurus strategi pertahanan negara di markas. Padahal markas yang papa sebut itu adalah garasi rumah kita, dan yang papa lakukan hanyalah menggambar banyak pola yang sama di kertas. Kadang papa juga tiba-tiba seperti patung. Itu adalah saat-saat sulit, kalian masih kecil, mama harus bekerja sendirian, merawat kalian, memenuhi papa yang makin aneh setiap hari. Papa tidak mau keluar dari rumah, mama juga tidak ingin papa keluar, mama malu jika orang lain tahu kondisi papa. "
Mama menarik napas sebentar kemudian kembali melanjutkan, "Hingga mama merasa tidak sanggup lagi menghadapi ini semua sendirian. Mama mencari informasi tentang orang yang bisa dimintai tolong, mama menemukan orang pintar nak, dulu mama tidak paham bahwa ini adalah skizofrenia, bukan kemasukan atau santet "
Azta tertawa kecil, "Mama ke dukun?"
"Iya nak, saat itu mama begitu kalut. Tapi ke dukun juga hasilnya percuma. Sampai akhirnya mama beranikan diri cerita ke teman mama. Teman ini membawa mama ke seorang ustadz, mama menceritakan semuanya tanpa ditutup-tutupi. Sang ustadz pun memberikan nasihat-nasihat pernikahan, memberikan pencerahan-pencerahan tentang sabar, takwa, dll. Lalu ia mengajak mama bertemu dengan istrinya yang ternyata adalah seorang psikolog "suara mama mulai lebih tenang.
Azta tersenyum, merasa alur cerita akan menjadi lebih baik.
"Dari ibu psikolog yang lembut itu lah mama jadi tahu tentang skizofrenia. Papa mulai di terapi, bahkan sempat masuk ke rumah sakit jiwa juga nak. Tapi mungkin memang takdir sudah ditentukan, sebelum sempat sembuh kembali, papa kembali kepadaNya nak ", mama mulai menangis.
Selama beberapa menit mereka terdiam, yang terdengar hanya suara isakan.
"Ma, aku dengar semuanya", tiba-tiba Anna muncul.
Mama dan Azta terkejut, memandang ke arah Anna yang ikut menangis. Anna berlari ke arah mama, memeluk mama erat sambil menangis. Azta ikut mendekap mereka.
"Tapi semua terasa begitu nyata ma, aku sulit percaya kalau ini cuma khayalanku, bahkan Shelda sekarang ada disamping kita, mengatakan kalau mama berbohong, mama tidak ingin aku masuk intel, jadi mama mengarang cerita agar aku tidak melanjutkan misiku.... Tapi aku lebih percaya pada mama dari Shelda, aku percaya mama. Mama yang seumur hidupku berjuang untukku, untuk kita ", tutur Anna.
Mama belum bisa berkata-kata, Azta yang lebih dahulu membuka suara, "Adik kembarku, oh adik kembarku, kamu pasti bisa kembali seperti dulu lagi, kita harus segera pergi. Mama, bisa kah sekarang kita ke rumah ibu psikolog yang dulu? "
Sambil menangis, mama mengangguk dan berkata, "Tentu anakku, mari, mari, kita bergegas, semakin cepat kita bertindak, akan semakin baik"
Kemudian mereka bertiga segera bersiap-siap untuk berangkat, di hati masing-masing ada doa, ada harapan untuk orang-orang tercintanya. Walau sebenarnya Anna masih bisa melihat Shelda yang terus berusaha mempengaruhinya untuk lari saja dari situasi tersebut.
*****
Labels:
Cerpen,
Kasep 2014
Sunday, March 2, 2014
KASEP 2014, kasep pisan euy ;D
Haiyaaaa.....rasanya baru kemarin berniat untuk keep in touch sama blog, ternyata.....kedodoran jugaa, malahan lebih dari setengah tahun T_T
Huhu aku ngga bisa dimanja nih --"
Yahsudahlah..
Yahsudahlah..
Jadi, aku mau cerita sedikit tentang apa yang terjadi di awal tahun ini :"D
Alhamdulillah, aku dapat kesempatan untuk jadi finalis di suatu lomba :)))
Lombanya tuh...lomba nulis cerpen, hihi udah lamaaaaa kali ngga melakukan hal yang satu ini. Cerpennya bukan cerpen biasa, ceilah, cerpennya tentang abnormalitas <3 Kok gitu? Karenaaa, lomba ini tuh diadain sama BEM Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung khusus untuk diikuti mahasiswa psikologi se-Indonesia :D
Jadi, sekitar November 2013 lalu, aku lihat poster event ini di mading pema. Kampung Seni Psikologi 2014, itu namanya. Temanya? We Care About Abnormality! :D Mereka menyatukan seni dengan psikologi, khususnya abnormalitas. Selain kegiatan-kegiatan seni, acara ini juga ngadain lomba seni, tapi yang berkaitan dengan abnormalitas, termasuk cerpen itu. Kreatif!!
Huooow mungkin ini yang disebut takdir sodara-sodara. Duluuuuuu sekali, mungkin pas SMP, aku pernah terfikir mau jadi penulis yang begini, yang mengangkat topik psikologi :D kesempatan itu datang, paaaasss di semester yang memang ada mata kuliah psikologi abnormal :"D
Karna antusias untuk nyoba ikutan, poster itu langsung aku foto pake hp, supaya bisa ditindaklanjuti kemudian hihihi.
Lalu kesibukan pun menyerang....
Sampai 9 Desember, aku baru teringat lagi pernah berencana ikutan lomba ituuu. Aku cek foto posternya, daaann aku kaget ternyata pendaftarannya terakhir tuh tanggal 8 :'( haaaaa aku ga kuat kalo kalah sebelum mencoba, jadi aku langsung sms panitianya dan....cerita kalo aku lupa dan masih boleh daftar ngga X)
Alhamdulillah boleeehhh!!! \(><)/ bukan, ini bukan nepotisme, pada akhirnya memang diperpanjang untuk semua orang koook sampai 5 Januari 2014 huaha
Setelah aku transfer biaya pendaftaran, ngirim formulir, nulis cerpen, ngirim cerpen, nyatet tanggal penting untuk buka websitenya, aku kembali ke rutinitas padat sehari-hari dan hampir tak sadarkan diri XD *oyaa yang penasaran sama acara kreatif ini, ini dia websitenya KASEP 2014. Oyaaa video iklan acaranya juga ada disini, cekidot ;)
Tanggal 10 Januari 2014, seharusnya finalis lomba udah diumumkan, tapi setelah aku cek....ternyata diundur. Aku tetap nunggu, sambil berusaha membunuh harap-harap palsu hehe. Saaaampai tanggal 20an gitu, pengumuman finalis lomba yang lain keluar, tapi cerpen beluuumm.
Hingga pada suatu malam di tanggal 23 atau 24 Januari...tiba-tiba sms panitia masuk, ngucapin selamat kalo aku jadi finalis, Allahu Akbar :"D aku ngga langsung bilang ke abah bunda, pengennya kasih tau pake cara yang ngga terduga, tapi....akhirnya aku cerita kayak biasa juga hahaha
Aku cek websitenya, ada namaku disana >o< scroll ke bawah...eh ada finalis lomba film pendek yang asalnya dari USU jugaaa, namanya ga disebut, cuma timnya aja, tapi walau aku belum tau siapa itu, berarti aku bakal punya temen buat berangkat ke Bandung :D Yak, finalis wajib ngikutian rangkaian acara yang udah disiapin panitia, sekalian pengumuman pemenangnya juga disana, kyaaa liburan gratis XD
Aku teringat, ada adik kelas yang pernah update tentang lomba film yang dia ikuti, jangan-jangan lombanya tuh yang ini :D langsung aku coba chat dia, daaann dia malah ngucapin selamat duluan ke aku, bilang kita samasama lolos jadi finalis, yaaak sebelum nanya udah dapat jawaban duluan hihihi
Jadi ternyata, tim film pendek yang lolos juga tuh ada Irma, Dewi, Kikin, dan Dedy, kyaaa kyaaa rameee. Finalis dari luar Jawa juga cuma kami ternyataa. Besoknya, kami ngumpul di kampus, bicarain ini itu, memutuskan mau urus proposal permohonan dana ke fakultas, karena tiket kami kesana ngga dibiayai panitia, yang dibiayai itu cuma selama di Bandung aja :D
Setelah proses selama beberapa hari, bikin proposal kilat, diskusi ini itu, sampai diajak Bu Dina ketemu Pak Bongsu juga, urus kesana kesini, siapin ini itu, sempat naik daun sejenak, Alhamdulillah waktu keberangkatan kami tiba :D
31 Januari 2014, setelah Subuh aku diantar bunda ke Plaza Medan Fair untuk dapetin bus yang menuju Kualanamu. Aku telat, Irma Dewi udah nungguin huhu. Kalo Kikin Dedy ga ikutan naik bus, mereka langsung aja.
Sampai di Kualanamu, sekitar jam 7 pagi, kami bertiga ketemu mereka berdua :D sempat ketemu Kak Islah jugaa, yang mau terbang ke Jakarta di hari yang sama hihihi
Pesawat kami harusnya berangkat jam 9, tapi ternyata....delay sodara-sodara. Harusnya jam 11 udah di Bandung, akhirnya jam 2 lewat baru sampaaiiii. Ah, kota masa kecil....
Kami dijemput Teh Tike dan Teh Rine di Hussein Sastranegara, kasihan mereka udah nungguin dari jam 12 disana huhu. Lalu kami pun langsuuung menuju Unisba. Masih malu-malu, di mobil cuma ngobrol dikit-dikit, tapiii mereka ramah bangeeett :D
Sampai di Unisba....ramai panitianya, ramai acaranya, tapi masih sedikit pesertanya, mungkin karna masih siang. Kami kumpul di aula, kenalan sama banyak temen dari universitas lain, senangnya kami cepat beradaptasi hihihi terus Ashar bareng, keliling-keliling bentar jugaa. Hingga... opening ceremony pun dimulai :D Pernah dengar Tari Soya-Soya? Itutuuuh tarian dari Maluku Utara. Yak, kami disambut tarian itu, kereeenn, terkaget-kaget juga sama aksi penarinya yang enerjik luar biasa, sambil bawa senjata, menghentak-hentak bumi, berputar begitu cepat, berteriak-teriak semangat, lincah tak terhingga :D
Setelah opening ceremony selesai, kami diboyong menuju Wisma Ciburial milik Yayasan Unisba. Jalannya begitu terjal, naik turun, kami menuju pegunungan nih kayaknya :p Sampai sana, bus kami yang besar kurang kuat untuk naik lagi, sehingga kami harus mendaki 1000 tangga *yuh, lebay ini* haha. Aku bawa tas yang besar, semi koper gitu, paling besar dari yang lain, ngerepotin sih, sampai dibawain sama panitianya yang ga tegaan...haduh maaf Kang >_< habisnyaaa, mumpung ke Bandung dan abah kebetulan juga lagi disini karna jadwal ketemu Habib *adikku, sekolah di krida nusantara*, selesai acara nanti aku tetap stay beberapa hari buat liburan sama abah dan Habib, sama Irma Dewi Kikin Dedy juga deng hihi, makanya jadi bawa baju agak banyak, beda sama peserta lain yang dari Jawa, mereka bawaannya ransel ._.
Setelah pembagian kamar, kami menyerbu kamar masing-masing, untuk finalis yang perempuan, semuanya dalam 1 kamar, kami ber9 dalam 1 kamar ;) Mandi, Shalat, terus ngumpuuulll di aula. Makan malam bareng, games, technical meeting, sampaaai waktunya tidur :D
Besok paginya setelah siap-siap, kumpul lagi di aula, sarapan, games, pengarahan, daaannn foto-foto ramai-ramai sebelum naik bus lagi. Eh sebenarnya ini sesi foto kami yang kesekian kali, sebelumnya udah banyak jugaa XD
Naik bus sambil city tour, ke berbagai taman di Bandung, dago, gedung sate, museum geologi, lapangan sabuga, cihampelas, dll saaampppaaiii balik ke Kampus Unisba lagi untuk ikutin acara selanjutnya :D
Finalis lomba fotografi dan film pendek harus presentasi hasil karyanya, otomatis ada gugup-gugup juga yang mereka rasakan, beda sama kami yang finalis lomba cerpen ini, begitu santai dan bebas hihihi. Selagi mereka persiapan presentasi, kami yang finalis cerpen menuju photobooth untuk memuaskan hasrat terpendam menjadi gadis sampul hahaha
Kami juga keliling-keliling lokasi, masuk art gallery yang keren ampun-ampunaaaan, sayang aku ga punya fotonya, tapi Dedy ada kok, ingatin aku untuk minta ke dia dan masukin kesini yaah :D Jajan-jajan santai, makan seblak yang menyiksa tapi buat jatuh cintaaaa <3 Nonton film-film karya finalis, hingga dipanggil untuk kumpul lagi karena mau lihat yang presentasi sama-sama.
Presentasi berlangsung dengan lancaaarrr, Alhamdulillah perwakilan dari tim USU, Kikin, begitu percaya diri, beda sama sebelum naik panggung, peace Kin :p
Setelah presentasi selesai, kami keliling-keliling lagi sambil nunggu pengumuman akhir. Hingga pemenang diumumkan, Alhamdulillah, Fakultas Psikologi USU berhasil keluar sebagai pemenang di masing-masing kategori :D juara berapa? coba tebaaak XD
Setelah penutupan yang haru biru dan bikin ga pengen pulang, kami diantar panitia ke penginapan yang udah ada abah disana :))) huhuhuhu tapi pisah deh sama temen-temen baru, acaranya selesai sudah....
Sampai di penginapan yang ada abah, hari sudah malam, kami disambut hangat pemilik penginapan yang juga temennya abah. Diselamatin juga...hihi. Lalu kami bergegas ke kamar masing-masing, mandi, daaan memulai pencarian makan malam dengan berjalan kaki hahaha. Tumben nih abah izinin anak gadisnya jalan malam-malam sama teman :3
Besok paginya, kami pisah.... Irma Dewi Kikin Dedy belanja-belanja dan langsung lanjut ke Bogor, aku-abah-pamannya abah menuju sekolahnya Habib, jalan-jalan, daaann seterusnya :p
Lusanya kami pulang ke Medan, kalo Irma Dewi Kikin Dedy setelah dari Bogor ke Jakarta, lalu ke Medan. Bawa piala disepanjang perjalanan pulang tuh rasanya.... :") Sempat ada yang nanyain juga hihihi, kalo yang ngelirik....banyak >_<
Allah sungguh Mahaaaa, terima kasih banyak ya Allah :"D <3
Psstt, ternyata ada beberapa media juga yang.....hihihi
Disini....namanya pas :D
Tapi yang ini... Siti Habibah Rhadiatullah berubah jadi Siti Badariah, huow ._.
Alhamdulillah, aku dapat kesempatan untuk jadi finalis di suatu lomba :)))
Lombanya tuh...lomba nulis cerpen, hihi udah lamaaaaa kali ngga melakukan hal yang satu ini. Cerpennya bukan cerpen biasa, ceilah, cerpennya tentang abnormalitas <3 Kok gitu? Karenaaa, lomba ini tuh diadain sama BEM Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung khusus untuk diikuti mahasiswa psikologi se-Indonesia :D
Jadi, sekitar November 2013 lalu, aku lihat poster event ini di mading pema. Kampung Seni Psikologi 2014, itu namanya. Temanya? We Care About Abnormality! :D Mereka menyatukan seni dengan psikologi, khususnya abnormalitas. Selain kegiatan-kegiatan seni, acara ini juga ngadain lomba seni, tapi yang berkaitan dengan abnormalitas, termasuk cerpen itu. Kreatif!!
Huooow mungkin ini yang disebut takdir sodara-sodara. Duluuuuuu sekali, mungkin pas SMP, aku pernah terfikir mau jadi penulis yang begini, yang mengangkat topik psikologi :D kesempatan itu datang, paaaasss di semester yang memang ada mata kuliah psikologi abnormal :"D
Karna antusias untuk nyoba ikutan, poster itu langsung aku foto pake hp, supaya bisa ditindaklanjuti kemudian hihihi.
Lalu kesibukan pun menyerang....
Sampai 9 Desember, aku baru teringat lagi pernah berencana ikutan lomba ituuu. Aku cek foto posternya, daaann aku kaget ternyata pendaftarannya terakhir tuh tanggal 8 :'( haaaaa aku ga kuat kalo kalah sebelum mencoba, jadi aku langsung sms panitianya dan....cerita kalo aku lupa dan masih boleh daftar ngga X)
Alhamdulillah boleeehhh!!! \(><)/ bukan, ini bukan nepotisme, pada akhirnya memang diperpanjang untuk semua orang koook sampai 5 Januari 2014 huaha
Setelah aku transfer biaya pendaftaran, ngirim formulir, nulis cerpen, ngirim cerpen, nyatet tanggal penting untuk buka websitenya, aku kembali ke rutinitas padat sehari-hari dan hampir tak sadarkan diri XD *oyaa yang penasaran sama acara kreatif ini, ini dia websitenya KASEP 2014. Oyaaa video iklan acaranya juga ada disini, cekidot ;)
Tanggal 10 Januari 2014, seharusnya finalis lomba udah diumumkan, tapi setelah aku cek....ternyata diundur. Aku tetap nunggu, sambil berusaha membunuh harap-harap palsu hehe. Saaaampai tanggal 20an gitu, pengumuman finalis lomba yang lain keluar, tapi cerpen beluuumm.
Hingga pada suatu malam di tanggal 23 atau 24 Januari...tiba-tiba sms panitia masuk, ngucapin selamat kalo aku jadi finalis, Allahu Akbar :"D aku ngga langsung bilang ke abah bunda, pengennya kasih tau pake cara yang ngga terduga, tapi....akhirnya aku cerita kayak biasa juga hahaha
Aku cek websitenya, ada namaku disana >o< scroll ke bawah...eh ada finalis lomba film pendek yang asalnya dari USU jugaaa, namanya ga disebut, cuma timnya aja, tapi walau aku belum tau siapa itu, berarti aku bakal punya temen buat berangkat ke Bandung :D Yak, finalis wajib ngikutian rangkaian acara yang udah disiapin panitia, sekalian pengumuman pemenangnya juga disana, kyaaa liburan gratis XD
Aku teringat, ada adik kelas yang pernah update tentang lomba film yang dia ikuti, jangan-jangan lombanya tuh yang ini :D langsung aku coba chat dia, daaann dia malah ngucapin selamat duluan ke aku, bilang kita samasama lolos jadi finalis, yaaak sebelum nanya udah dapat jawaban duluan hihihi
Jadi ternyata, tim film pendek yang lolos juga tuh ada Irma, Dewi, Kikin, dan Dedy, kyaaa kyaaa rameee. Finalis dari luar Jawa juga cuma kami ternyataa. Besoknya, kami ngumpul di kampus, bicarain ini itu, memutuskan mau urus proposal permohonan dana ke fakultas, karena tiket kami kesana ngga dibiayai panitia, yang dibiayai itu cuma selama di Bandung aja :D
Setelah proses selama beberapa hari, bikin proposal kilat, diskusi ini itu, sampai diajak Bu Dina ketemu Pak Bongsu juga, urus kesana kesini, siapin ini itu, sempat naik daun sejenak, Alhamdulillah waktu keberangkatan kami tiba :D
31 Januari 2014, setelah Subuh aku diantar bunda ke Plaza Medan Fair untuk dapetin bus yang menuju Kualanamu. Aku telat, Irma Dewi udah nungguin huhu. Kalo Kikin Dedy ga ikutan naik bus, mereka langsung aja.
Sampai di Kualanamu, sekitar jam 7 pagi, kami bertiga ketemu mereka berdua :D sempat ketemu Kak Islah jugaa, yang mau terbang ke Jakarta di hari yang sama hihihi
Pesawat kami harusnya berangkat jam 9, tapi ternyata....delay sodara-sodara. Harusnya jam 11 udah di Bandung, akhirnya jam 2 lewat baru sampaaiiii. Ah, kota masa kecil....
Kami dijemput Teh Tike dan Teh Rine di Hussein Sastranegara, kasihan mereka udah nungguin dari jam 12 disana huhu. Lalu kami pun langsuuung menuju Unisba. Masih malu-malu, di mobil cuma ngobrol dikit-dikit, tapiii mereka ramah bangeeett :D
Sampai di Unisba....ramai panitianya, ramai acaranya, tapi masih sedikit pesertanya, mungkin karna masih siang. Kami kumpul di aula, kenalan sama banyak temen dari universitas lain, senangnya kami cepat beradaptasi hihihi terus Ashar bareng, keliling-keliling bentar jugaa. Hingga... opening ceremony pun dimulai :D Pernah dengar Tari Soya-Soya? Itutuuuh tarian dari Maluku Utara. Yak, kami disambut tarian itu, kereeenn, terkaget-kaget juga sama aksi penarinya yang enerjik luar biasa, sambil bawa senjata, menghentak-hentak bumi, berputar begitu cepat, berteriak-teriak semangat, lincah tak terhingga :D
Setelah opening ceremony selesai, kami diboyong menuju Wisma Ciburial milik Yayasan Unisba. Jalannya begitu terjal, naik turun, kami menuju pegunungan nih kayaknya :p Sampai sana, bus kami yang besar kurang kuat untuk naik lagi, sehingga kami harus mendaki 1000 tangga *yuh, lebay ini* haha. Aku bawa tas yang besar, semi koper gitu, paling besar dari yang lain, ngerepotin sih, sampai dibawain sama panitianya yang ga tegaan...haduh maaf Kang >_< habisnyaaa, mumpung ke Bandung dan abah kebetulan juga lagi disini karna jadwal ketemu Habib *adikku, sekolah di krida nusantara*, selesai acara nanti aku tetap stay beberapa hari buat liburan sama abah dan Habib, sama Irma Dewi Kikin Dedy juga deng hihi, makanya jadi bawa baju agak banyak, beda sama peserta lain yang dari Jawa, mereka bawaannya ransel ._.
Setelah pembagian kamar, kami menyerbu kamar masing-masing, untuk finalis yang perempuan, semuanya dalam 1 kamar, kami ber9 dalam 1 kamar ;) Mandi, Shalat, terus ngumpuuulll di aula. Makan malam bareng, games, technical meeting, sampaaai waktunya tidur :D
Besok paginya setelah siap-siap, kumpul lagi di aula, sarapan, games, pengarahan, daaannn foto-foto ramai-ramai sebelum naik bus lagi. Eh sebenarnya ini sesi foto kami yang kesekian kali, sebelumnya udah banyak jugaa XD
Naik bus sambil city tour, ke berbagai taman di Bandung, dago, gedung sate, museum geologi, lapangan sabuga, cihampelas, dll saaampppaaiii balik ke Kampus Unisba lagi untuk ikutin acara selanjutnya :D
Finalis lomba fotografi dan film pendek harus presentasi hasil karyanya, otomatis ada gugup-gugup juga yang mereka rasakan, beda sama kami yang finalis lomba cerpen ini, begitu santai dan bebas hihihi. Selagi mereka persiapan presentasi, kami yang finalis cerpen menuju photobooth untuk memuaskan hasrat terpendam menjadi gadis sampul hahaha
Kami juga keliling-keliling lokasi, masuk art gallery yang keren ampun-ampunaaaan, sayang aku ga punya fotonya, tapi Dedy ada kok, ingatin aku untuk minta ke dia dan masukin kesini yaah :D Jajan-jajan santai, makan seblak yang menyiksa tapi buat jatuh cintaaaa <3 Nonton film-film karya finalis, hingga dipanggil untuk kumpul lagi karena mau lihat yang presentasi sama-sama.
Presentasi berlangsung dengan lancaaarrr, Alhamdulillah perwakilan dari tim USU, Kikin, begitu percaya diri, beda sama sebelum naik panggung, peace Kin :p
Setelah presentasi selesai, kami keliling-keliling lagi sambil nunggu pengumuman akhir. Hingga pemenang diumumkan, Alhamdulillah, Fakultas Psikologi USU berhasil keluar sebagai pemenang di masing-masing kategori :D juara berapa? coba tebaaak XD
Setelah penutupan yang haru biru dan bikin ga pengen pulang, kami diantar panitia ke penginapan yang udah ada abah disana :))) huhuhuhu tapi pisah deh sama temen-temen baru, acaranya selesai sudah....
Sampai di penginapan yang ada abah, hari sudah malam, kami disambut hangat pemilik penginapan yang juga temennya abah. Diselamatin juga...hihi. Lalu kami bergegas ke kamar masing-masing, mandi, daaan memulai pencarian makan malam dengan berjalan kaki hahaha. Tumben nih abah izinin anak gadisnya jalan malam-malam sama teman :3
Besok paginya, kami pisah.... Irma Dewi Kikin Dedy belanja-belanja dan langsung lanjut ke Bogor, aku-abah-pamannya abah menuju sekolahnya Habib, jalan-jalan, daaann seterusnya :p
Lusanya kami pulang ke Medan, kalo Irma Dewi Kikin Dedy setelah dari Bogor ke Jakarta, lalu ke Medan. Bawa piala disepanjang perjalanan pulang tuh rasanya.... :") Sempat ada yang nanyain juga hihihi, kalo yang ngelirik....banyak >_<
Allah sungguh Mahaaaa, terima kasih banyak ya Allah :"D <3
Psstt, ternyata ada beberapa media juga yang.....hihihi
Disini....namanya pas :D
Tapi yang ini... Siti Habibah Rhadiatullah berubah jadi Siti Badariah, huow ._.
Labels:
Kasep 2014
Thursday, August 8, 2013
Inspirational Her
Happy Eid Mubarak ladies and gentlemen!!
Semoga kita bisa kembali fitrah ya, amiiinn ya Rabbal Alamin ~\(^o^)/~
Ada yang mau aku ceritain, lupa kapan tepatnya ini terjadi, tapi ada diantara 10 malam terakhir Ramadhan... Ini kisah tentang seorang nenek.
Kami bertemu di salah satu masjid di dekat rumah, saat salam-salam selesai tarawih.
Biasanya, setelah selesai sholat, para jama'ah khususnya ibu-ibu pada berdiri ramai-ramai, saling salam-salaman cipika-cipiki dst, yak aku juga turut melakukan hal tersebut :3 Saat terhanyut dalam kegiatan itu, sekilas aku lihat si nenek tetap duduk, tidak bangkit dari posisi ia berdoa seusai sholat.
Sampai akhirnya aku salamin separuh ibu-ibu disana, aku lihat lagi si nenek masih seperti semula, yang salaman dengannya juga mungkin hanya sedikit. Tiba-tiba aku sedih, aku melangkah menghampirinya. Aku ulurkan tanganku, bersiap mau menyalamnya, tapi....pandangannya hanya lurus kedepan, aku tidak diacuhkan T_T
Aku masih dalam posisi yang sama dengan hati nelangsa, ketika datang seorang ibu lain mengambil tangan si nenek dan berkata, "nek...ada yang mau salam". si nenek menjawab, "oh iya..dimana.." kemudian ibu tadi meletakkan tangan si nenek ditanganku, aku pun menyalamnya, si nenek mengucapkan terima kasih, membuatku tertegun sejenak.
Saat keluar dari masjid, aku berpapasan dengannya lagi. Ia sedang berjalan jongkok, sendirian meraba-raba lantai, mencari jalan menuju tangga untuk turun dari masjid. Mendadak ada seorang ibu lagi yang menyambut tangannya, membantunya menuruni tangga. Tapi kali ini, si ibu bukan orang asing, si ibu adalah bundaku :D
Seperti biasa, bunda suka mulai pembicaraan dengan orang yang baru dikenal. Tanya-tanya si nenek tinggal dimana, pulang sama siapa, dan sebagainya. Ternyata si nenek tinggal tidak jauh dari masjid, ia berjalan kaki bersama siapa pun yang kebetulan mau berjalan bersamanya ke atau dari masjid.
Ada yang berdesir keras di hatiku. Ya Allah...beliau....buta. Ia tidak bisa melihat dunia, tidak bisa melihat indahnya ornamen masjid tempat kami shalat berjamaah itu, tidak bisa melihat wajah-wajah berseri orang-orang di dalamnya, tidak bisa melihat betapa cantiknya bintang-bintang di langit malam selepas ia keluar dari masjid itu, tidak bisa melihat wajah-wajah bahagia milik anak-anak yang sesekali berlarian dipelataran halaman saat orang tuanya sedang khusyuk saat shalat :" Lantas keluarganya dimana? Membiarkannya terseok-seok sendiri seperti itu...
Esok, esok, dan esoknya lagi, ketika aku kembali tarawih di masjid itu, si nenek selalu ada. Menurut pengakuan ibu yang sering ke masjid bersamanya, memang ia tidak pernah absen, semangat 45 mengerjakan ibadah yang membuat hatinya selalu merekah.
Ya Allah, betapa kurang bersyukurnya aku jika masih bolong-bolong tarawih. Terutama jika bolong-bolongnya karena ada buka puasa bersama dengan berbagai perkumpulan, undangan, disana-sini, dalam rangka ini-itu, hhhh... Tarawih memang ngga wajib, tapi kan cuma ada di bulan Ramadhan, sayang untuk dilewatkan, dapat tambahan kesempatan gini untuk bisa semakin dekat denganNya.
Malu rasanya. Beliau rela bersusah payah dengan segala keterbatasannya, eh aku yang masih muda dan alhamdulillah sehat ini......kenapa ngga kayak gitu :')
Semoga Ramadhan tahun depan masih dapat bertemu, semoga juga beliau senantiasa sehat selalu, bisa tarawih berjama'ah lagi, melihat wajahnya yang teduh lagi, terus menjadi inspirasi untuk selalu bersyukur dan menggunakan seluruh potensi bagi setiap orang yang sering melewatkannya. Amiinn Ya Rabbal Alamin...
Semoga kita bisa kembali fitrah ya, amiiinn ya Rabbal Alamin ~\(^o^)/~
Ada yang mau aku ceritain, lupa kapan tepatnya ini terjadi, tapi ada diantara 10 malam terakhir Ramadhan... Ini kisah tentang seorang nenek.
Kami bertemu di salah satu masjid di dekat rumah, saat salam-salam selesai tarawih.
Biasanya, setelah selesai sholat, para jama'ah khususnya ibu-ibu pada berdiri ramai-ramai, saling salam-salaman cipika-cipiki dst, yak aku juga turut melakukan hal tersebut :3 Saat terhanyut dalam kegiatan itu, sekilas aku lihat si nenek tetap duduk, tidak bangkit dari posisi ia berdoa seusai sholat.
Sampai akhirnya aku salamin separuh ibu-ibu disana, aku lihat lagi si nenek masih seperti semula, yang salaman dengannya juga mungkin hanya sedikit. Tiba-tiba aku sedih, aku melangkah menghampirinya. Aku ulurkan tanganku, bersiap mau menyalamnya, tapi....pandangannya hanya lurus kedepan, aku tidak diacuhkan T_T
Aku masih dalam posisi yang sama dengan hati nelangsa, ketika datang seorang ibu lain mengambil tangan si nenek dan berkata, "nek...ada yang mau salam". si nenek menjawab, "oh iya..dimana.." kemudian ibu tadi meletakkan tangan si nenek ditanganku, aku pun menyalamnya, si nenek mengucapkan terima kasih, membuatku tertegun sejenak.
Saat keluar dari masjid, aku berpapasan dengannya lagi. Ia sedang berjalan jongkok, sendirian meraba-raba lantai, mencari jalan menuju tangga untuk turun dari masjid. Mendadak ada seorang ibu lagi yang menyambut tangannya, membantunya menuruni tangga. Tapi kali ini, si ibu bukan orang asing, si ibu adalah bundaku :D
Seperti biasa, bunda suka mulai pembicaraan dengan orang yang baru dikenal. Tanya-tanya si nenek tinggal dimana, pulang sama siapa, dan sebagainya. Ternyata si nenek tinggal tidak jauh dari masjid, ia berjalan kaki bersama siapa pun yang kebetulan mau berjalan bersamanya ke atau dari masjid.
Ada yang berdesir keras di hatiku. Ya Allah...beliau....buta. Ia tidak bisa melihat dunia, tidak bisa melihat indahnya ornamen masjid tempat kami shalat berjamaah itu, tidak bisa melihat wajah-wajah berseri orang-orang di dalamnya, tidak bisa melihat betapa cantiknya bintang-bintang di langit malam selepas ia keluar dari masjid itu, tidak bisa melihat wajah-wajah bahagia milik anak-anak yang sesekali berlarian dipelataran halaman saat orang tuanya sedang khusyuk saat shalat :" Lantas keluarganya dimana? Membiarkannya terseok-seok sendiri seperti itu...
Esok, esok, dan esoknya lagi, ketika aku kembali tarawih di masjid itu, si nenek selalu ada. Menurut pengakuan ibu yang sering ke masjid bersamanya, memang ia tidak pernah absen, semangat 45 mengerjakan ibadah yang membuat hatinya selalu merekah.
Ya Allah, betapa kurang bersyukurnya aku jika masih bolong-bolong tarawih. Terutama jika bolong-bolongnya karena ada buka puasa bersama dengan berbagai perkumpulan, undangan, disana-sini, dalam rangka ini-itu, hhhh... Tarawih memang ngga wajib, tapi kan cuma ada di bulan Ramadhan, sayang untuk dilewatkan, dapat tambahan kesempatan gini untuk bisa semakin dekat denganNya.
Malu rasanya. Beliau rela bersusah payah dengan segala keterbatasannya, eh aku yang masih muda dan alhamdulillah sehat ini......kenapa ngga kayak gitu :')
Semoga Ramadhan tahun depan masih dapat bertemu, semoga juga beliau senantiasa sehat selalu, bisa tarawih berjama'ah lagi, melihat wajahnya yang teduh lagi, terus menjadi inspirasi untuk selalu bersyukur dan menggunakan seluruh potensi bagi setiap orang yang sering melewatkannya. Amiinn Ya Rabbal Alamin...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Blog Design by Gisele Jaquenod













