Happy Eid Mubarak ladies and gentlemen!!
Semoga kita bisa kembali fitrah ya, amiiinn ya Rabbal Alamin ~\(^o^)/~
Ada yang mau aku ceritain, lupa kapan tepatnya ini terjadi, tapi ada diantara 10 malam terakhir Ramadhan... Ini kisah tentang seorang nenek.
Kami bertemu di salah satu masjid di dekat rumah, saat salam-salam selesai tarawih.
Biasanya, setelah selesai sholat, para jama'ah khususnya ibu-ibu pada berdiri ramai-ramai, saling salam-salaman cipika-cipiki dst, yak aku juga turut melakukan hal tersebut :3 Saat terhanyut dalam kegiatan itu, sekilas aku lihat si nenek tetap duduk, tidak bangkit dari posisi ia berdoa seusai sholat.
Sampai akhirnya aku salamin separuh ibu-ibu disana, aku lihat lagi si nenek masih seperti semula, yang salaman dengannya juga mungkin hanya sedikit. Tiba-tiba aku sedih, aku melangkah menghampirinya. Aku ulurkan tanganku, bersiap mau menyalamnya, tapi....pandangannya hanya lurus kedepan, aku tidak diacuhkan T_T
Aku masih dalam posisi yang sama dengan hati nelangsa, ketika datang seorang ibu lain mengambil tangan si nenek dan berkata, "nek...ada yang mau salam". si nenek menjawab, "oh iya..dimana.." kemudian ibu tadi meletakkan tangan si nenek ditanganku, aku pun menyalamnya, si nenek mengucapkan terima kasih, membuatku tertegun sejenak.
Saat keluar dari masjid, aku berpapasan dengannya lagi. Ia sedang berjalan jongkok, sendirian meraba-raba lantai, mencari jalan menuju tangga untuk turun dari masjid. Mendadak ada seorang ibu lagi yang menyambut tangannya, membantunya menuruni tangga. Tapi kali ini, si ibu bukan orang asing, si ibu adalah bundaku :D
Seperti biasa, bunda suka mulai pembicaraan dengan orang yang baru dikenal. Tanya-tanya si nenek tinggal dimana, pulang sama siapa, dan sebagainya. Ternyata si nenek tinggal tidak jauh dari masjid, ia berjalan kaki bersama siapa pun yang kebetulan mau berjalan bersamanya ke atau dari masjid.
Ada yang berdesir keras di hatiku. Ya Allah...beliau....buta. Ia tidak bisa melihat dunia, tidak bisa melihat indahnya ornamen masjid tempat kami shalat berjamaah itu, tidak bisa melihat wajah-wajah berseri orang-orang di dalamnya, tidak bisa melihat betapa cantiknya bintang-bintang di langit malam selepas ia keluar dari masjid itu, tidak bisa melihat wajah-wajah bahagia milik anak-anak yang sesekali berlarian dipelataran halaman saat orang tuanya sedang khusyuk saat shalat :" Lantas keluarganya dimana? Membiarkannya terseok-seok sendiri seperti itu...
Esok, esok, dan esoknya lagi, ketika aku kembali tarawih di masjid itu, si nenek selalu ada. Menurut pengakuan ibu yang sering ke masjid bersamanya, memang ia tidak pernah absen, semangat 45 mengerjakan ibadah yang membuat hatinya selalu merekah.
Ya Allah, betapa kurang bersyukurnya aku jika masih bolong-bolong tarawih. Terutama jika bolong-bolongnya karena ada buka puasa bersama dengan berbagai perkumpulan, undangan, disana-sini, dalam rangka ini-itu, hhhh... Tarawih memang ngga wajib, tapi kan cuma ada di bulan Ramadhan, sayang untuk dilewatkan, dapat tambahan kesempatan gini untuk bisa semakin dekat denganNya.
Malu rasanya. Beliau rela bersusah payah dengan segala keterbatasannya, eh aku yang masih muda dan alhamdulillah sehat ini......kenapa ngga kayak gitu :')
Semoga Ramadhan tahun depan masih dapat bertemu, semoga juga beliau senantiasa sehat selalu, bisa tarawih berjama'ah lagi, melihat wajahnya yang teduh lagi, terus menjadi inspirasi untuk selalu bersyukur dan menggunakan seluruh potensi bagi setiap orang yang sering melewatkannya. Amiinn Ya Rabbal Alamin...
A full-time grateful-er to be
Thursday, August 8, 2013
Wednesday, July 31, 2013
Transformational me. Eh, my blog :3
Hallooooo everyone :D
Ada perombakan besar-besaran nih disini
Hahaha *sekilas liat jam* woow hampir jam 3 pagi
Okeee, biar cepat langsung cerita yuuuk kenapa bisa gini
Beberapa hari lalu ga sengaja aku ngecek ini blog
Ya ampuuunnn udah setahun lebih terabaikan....
Yah awalnya blog ini emang media untuk ngeshare ilmu sebagai tugas dari matkul psi.pddk, bagus dong ya tugasnya, tapi jadinya begitu lulus dari matkul itu, eeehh ga dilanjutin ngepost. Tapi bukan cuma itu aja sih, banyak lagi aral rintangan untuk tetap keep in touch lewat sini >_<
Yasuda lah...betapa banyak pun alasannya, sekarang waktunya bertransformasi, insya Allah mulai sekarang akan usahain ngepost teruuusss, ciiaaaatttt :D
Yak jadi ketika beberapa hari lalu ngebuka blog ini tuh, kesannya kok templatenya childish sekali... terus banyak widget yang ga begitu dipakai sebenarnya, seperti kasih makan ikan juga kasih makan minum putarin mainan hamster. Hahaha, ya ampun X)
Untuk penggerebekan awal ini ya diawali nyari-nyari template baru. eng ing eng, jadi deh yang sekarang. Judul blognya juga diganti, walau aku suka sama judul dan subjudulnya yang lama, tapi cocoknya sama template yang lama sih :') setelah mikir-mikir-mikir-mikir dapat juga yang sekarang, lumayan kok, kan dari hati ;)
Template yang ini lebih sederhana, tapi cantikan ini menurutku hihihi. Waktu berlalu, masa berganti, apa aja bisa jadi ngga sama lagi, seperti cinta misalnya. Loh? o:)
Sejujurnya yang sekarang itu kelewaaattt sederhanaaaa. Tapi ntar coba utak-atik lagi ya, udah dini hari sih, sejam-an lagi harus sahur ;D padahal belum tidur -_-
Baiklaaah, maaf cuma segini dulu. harus segera tidur untuk kembali bangun :D see you soon, everyone ~\(^o^)/~
Friday, June 15, 2012
Tugas PUM 2, Refleksi Hasil Bentukan Belajar Social Psychology I :)
Contoh
kasus sebagai refleksi hasil bentukan belajar Social Psychology I saya, diambil
dari salah satu teori yang telah dibahas yaitu Social Facilitation. Social
Facilitation merupakan momen ketika kehadiran orang lain memberi motivasi yang
baik, bisa dibilang bahwa kelompok sosial memiliki peran positif.
Contoh
kasus sebagai refleksi hasil bentukan belajar Social Psychology I saya, diambil
dari salah satu teori yang telah dibahas yaitu Social Facilitation. Social
Facilitation merupakan momen ketika kehadiran orang lain memberi motivasi yang
baik, bisa dibilang bahwa kelompok sosial memiliki peran positif.
Saya
pernah mengalami masa-masa ketika jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang padat
dan melelahkan. Kemudian apa kaitannya dengan Social Facilititation?
Teman-teman, atau dalam hal ini bisa disebut kelompok sosial, membuat saya
lebih bersemangat melalui segala rutinitas tersebut. Dengan mereka, saya sadar
bahwa saya tidak sendirian. Kami dapat melewati semuanya bersama-sama. Ketika
ada waktu luang, kami juga sedikit bersenang-senang. Seperti menginap bersama,
makan diluar, berbelanja, nonton, dan lain sebagainya.
Melakukan
hiburan bersama-sama tersebut rasanya seperti me-refresh lagi diri dari rasa
letih yang ada. Tidak yang berbau rekreasi saja, kami juga melakukan hal yang
berkaitan akademik bersama-sama. Berdiskusi mengenai pelajaran, mengerjakan
tugas, mendaftar beasiswa, dan banyak lagi. Sesekali kami juga bersama-sama
menjadi panitia suatu acara.
Rasa
letih dan jenuh dapat berkurang banyak saat menghabiskan waktu bersama mereka.
Semua terasa lebih menyenangkan dan lebih ringan. Semangat saya untuk terus
menjalani semuanya jadi tetap berkibar. Ini lah peran positif dari kelompok
sosial saya, ini yang disebut sebagai Social Facilitation.
Saya
pernah mengalami masa-masa ketika jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang padat
dan melelahkan. Kemudian apa kaitannya dengan Social Facilititation?
Teman-teman, atau dalam hal ini bisa disebut kelompok sosial, membuat saya
lebih bersemangat melalui segala rutinitas tersebut. Dengan mereka, saya sadar
bahwa saya tidak sendirian. Kami dapat melewati semuanya bersama-sama. Ketika
ada waktu luang, kami juga sedikit bersenang-senang. Seperti menginap bersama,
makan diluar, berbelanja, nonton, dan lain sebagainya.
Melakukan
hiburan bersama-sama tersebut rasanya seperti me-refresh lagi diri dari rasa
letih yang ada. Tidak yang berbau rekreasi saja, kami juga melakukan hal yang
berkaitan akademik bersama-sama. Berdiskusi mengenai pelajaran, mengerjakan
tugas, mendaftar beasiswa, dan banyak lagi. Sesekali kami juga bersama-sama
menjadi panitia suatu acara.
Rasa
letih dan jenuh dapat berkurang banyak saat menghabiskan waktu bersama mereka.
Semua terasa lebih menyenangkan dan lebih ringan. Semangat saya untuk terus
menjalani semuanya jadi tetap berkibar. Ini lah peran positif dari kelompok
sosial saya, ini yang disebut sebagai Social Facilitation :)
Labels:
Psy's Tasks
Wednesday, June 13, 2012
Refleksi Hasil Bentukan Belajar Stress and Health. PUM2 :D
Yuk mariii kita baca contoh kasusnyaa XD
Contoh kasus sebagai refleksi hasil bentukan belajar
stress and health saya ialah saat giliran presentasi terus ditunda beserta
jadwal yang sulit diterka. Saya mengalami hal tersebut pada 2 mata kuliah dan
masing-masing kebetulan sama-sama 3 kali ditunda. Saya merasa stress, ini
disebabkan respon tubuh terhadap perubahan yang tidak spesifik ini. Ini
tergolong ke daily hassles.
Saya sudah menyiapkan diri belajar untuk presentasi,
mengabaikan sedikit tugas lain untuk sementara fokus pada presentasi. Tapi
ternyata ditunda. Dan setiap ditunda, walau ada rasa senang karena punya waktu
lebih untuk belajar lebih, rasanya tentu belum lega.
Pada yang selanjutnya, saya jadi tidak begitu
semangat mempersiapkan diri. Dan ternyata memang ditunda lagi. Yang berikutnya,
saya makin santai saja, karena merasa sudah agak kecewa disebelum-sebelumnya.
Dan benar ternyata kembali ditunda. Pada akhirnya, ketika memang sudah tidak
ditunda, persiapan saya lebih minim dari yang sebelum-sebelumnya.
Saat mengalami stress karena kekurangjelasan info
hari presentasi yang sebenarnya, saya cenderung merasa pusing. Ini merupakan
reaksi fisik terhadap fikiran yang stress. Dan karena terus-menerus stress
sangat tidak nyaman, saya mencoba mengatasinya.
Saya cenderung melakukan cognitive coping. Saya ber-
Reappraisal (mengubah pola pikir atau pandangan terhadap sebuah peristiwa yang
berpotensi menimbulkan stres dengan tujuan untuk mengurangi tingkat stres)
bahwa presentasi kelompok saya ditunda terus karena kami secara tidak langsung
diberi kesempatan untuk mengerjakan tugas-tugas lain dan memeroleh jatah waktu
untuk persiapan lebih matang :)
Labels:
Psy's Tasks
Saturday, June 9, 2012
Andragogi
Andragogi......
Apasih andragogi itu sebenarnya?
Ngintip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Andragogi, Andragogi
adalah proses ketika peserta didik dewasa dilibatkan ke dalam suatu struktur
pengalaman belajar.
Alexander Kapp, seorang pendidik dari Jerman yang awalnya memakai istilah
ini pada tahun 1833, dan kemudian dikembangkan oleh seorang pendidik Amerika
Serikat bernama Malcolm Knowles menjadi teori pendidikan orang dewasa.
Asal kata???? Yunani dooong <3
Yakni dari kata "aner", dengan akar kata andr, yang berarti orang
dewasa, dan agogus yang berarti membimbing atau membina.
Knowles mengungkapkan teori tentang andragogi dalam empat postulat
sederhana:
- Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).
- Pengalaman (termasuk pengalaman berbuat salah) menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman).
- Orang dewasa paling berminat pada pokok bahasan belajar yang mempunyai relevansi langsung dengan pekerjaannya atau kehidupan pribadinya (Kesiapan untuk belajar).
- Belajar bagi orang dewasa lebih berpusat pada permasalahan dibanding pada isinya (Orientasi belajar).
terussss, kalo mau aplikasi, gimana?
ini nihh ;)
Langkah-Langkah Pokok dalam Andragogi
Langkah-langkah pokok untuk mempraktikkan Andragogi
adalah sebagai berikut:
Menciptakan Iklim Pembelajaran yang Kondusif: Ada
beberapa hal pokok yang dapat dilakukan dalam upaya menciptakan dan
mengembangkan iklim dan suasana yang kondusif untuk proses pembelajaran,
yaitu:
1) Pengaturan Lingkungan
Fisik: Pengaturan lingkungan fisik merupakan salah satu unsur dimana
orang dewasa merasa terbiasa, aman, nyaman dan mudah. Untuk itu perlu dibuat
senyaman mungkin:
- Penataan dan peralatan hendaknya disesuaikan dengan kondisi orang dewasa;
- Alat peraga dengar dan lihat yang dipergunakan hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik orang dewasa;
- Penataan ruangan, pengaturan meja, kursi dan peralatan lainnya hendaknya memungkinkan terjadinya interaksi sosial.
2) Pengaturan Lingkungan
Sosial dan Psikologi: Iklim psikologis hendaknya merupakan salah satu
faktor yang membuat orang dewasa merasa diterima, dihargai dan didukung.
- Fasilitator lebih bersifat membantu dan mendukung;
- Mengembangkan suasana bersahabat, informal dan santai melalui kegiatan Bina Suasana dan berbagai permainan yang sesuai;
- Menciptakan suasana demokratis dan kebebasan untuk menyatakan pendapat tanpa rasa takut;
- Mengembangkan semangat kebersamaan;
- Menghindari adanya pengarahan dari "pejabat-pejabat" pemerintah;
- Menyusun kontrak belajar yang disepakati bersama.
3) Diagnosis Kebutuhan
Belajar: Dalam andragogi tekanan lebih banyak diberikan pada
keterlibatan seluruh warga belajar atau peserta pelatihan di dalam suatu proses
melakukan diagnosis kebutuhan belajarnya:
- Melibatkan seluruh pihak terkait (stakeholder) terutama pihak yang terkena dampak langsung atas kegiatan itu;
- Membangun dan mengembangkan suatu model kompetensi atau prestasi ideal yang diharapkan;
- Menyediakan berbagai pengalaman yang dibutuhkan;
- Lakukan perbandingan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada, misalkan kompetensi tertentu.
4) Proses Perencanaan:
Dalam perencanaan pelatihan hendaknya melibatkan semua pihak
terkait, terutama yang akan terkena dampak langsung atas kegiatan pelatihan
tersebut. Tampaknya ada suatu "hukum" atau setidak tidaknya suatu
kecenderungan dari sifat manusia bahwa mereka akan merasa 'committed' terhadap
suatu keputusan apabila mereka terlibat dan berperanserta dalam pengambilan
keputusan:
- Libatkan peserta untuk menyusun rencana pelatihan, baik yang menyangkut penentuan materi pembelajaran, penentuan waktu dan lain-lain;
- Temuilah dan diskusikanlah segala hal dengan berbagai pihak terkait menyangkut pelatihan tersebut;
- Terjemahkan kebutuhan-kebutuhan yang telah diidentifikasi ke dalam tujuan yang diharapkan dan ke dalam materi pelatihan;
- Tentukan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas di antara pihak terkait siapa melakukan apa dan kapan.
5) Memformulasikan
Tujuan: Setelah menganalisis hasil-hasil identifikasi kebutuhan dan
permasalahan yang ada, langkah selanjutnya adalah merumuskan tujuan yang
disepakati bersama dalam proses perencanaan partisipatif. Dalam merumuskan
tujuan hendaknya dilakukan dalam bentuk deskripsi tingkah laku yang akan
dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas.
6) Mengembangkan Model
Umum: Ini merupakan aspek seni dan arsitektural dari perencanaan
pelatihan dimana harus disusun secara harmonis antara beberapa kegiatan belajar
seperti kegiatan diskusi kelompok besar, kelompok kecil, urutan materi dan lain
sebagainya. Dalam hal ini tentu harus diperhitungkan pula kebutuhan waktu dalam
membahas satu persoalan dan penetapan waktu yang sesuai.
7) Menetapkan Materi dan
Teknik Pembelajaran: Dalam menetapkan materi dan metoda atau teknik
pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
No
|
Asumsi
|
Pedagogik
|
Andragogi
|
1
|
Kosep tentang diri peserta didik
|
Peserta didik digambarkan sebagai seseorang yang bersifat tergantung.
|
Pada umumnya orang dewasa secara psikologis lebih memerlukan pengarahan
diri, walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung.
|
2
|
Fungsi Pengalaman peserta didik
|
Di sini pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik tidak besar nilainya,
mungkin hanya berguna untuk titik awal. Oleh karenanya, teknik utama dalam
pendidikan adalah teknik penyampaian yang berupa: ceramah, tugas baca, dan
penyajian melalui alat pandang dengar.
|
Di sini ada anggapan bahwa dalam perkembangannya seseorang membuat alat
penampungan pengalaman yang kemudian akan merupakan sumber belajar yang
sangat bermanfaat, oleh karena itu teknik penyampaian yang utama adalah
eksperimen, percobaan-percobaan di laboratorium, diskusi, pemecahan masalah,
latihan simulasi, dan praktek lapangan.
|
3
|
Kesiapan belajar
|
Seseorang harus siap mempelajari apapun yang dikatakan oleh masyarakat,
dan hal ini menimbulkan tekanan yang cukup besar bagi mereka karena adanya
perasaan takut gagal, oleh karena itu kegiatan belajar harus diorganisasikan
dalam suatu kurikulum yang baku, dan langkah-langkah penyajian harus sama
bagi semua orang.
|
Fungsi pendidik di sini adalah menciptakan kondisi, menyiapkan alat serta
prosedur untuk membantu mereka menemukan apa yang perlu mereka ketahui.
Dengan demikian program belajar harus disusun sesuai dengan kebutuhan
kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutan-urutan penyajian harus
disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
|
4
|
Orientasi belajar
|
Kurikulum harus disusun sesuai dengan unit-unit mata pelajaran dan
mengikuti urutan-urutan logis ilmu tersebut , misalnya dari kuno ke modern
atau dari yang mudah ke sulit. Artinya jadwal disusun berdasarkan
keterselesaian nya mata-mata pelajaran yang telah ditetapkan.
|
Belajar harus disusun ke arah pengelompokan pengembangan kemampuan.
Dengan demikian orientasi belajar terpusat kepada kegiatannya. Dengan kata
lain, cara menyusun pelajaran berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau
penampilan yang bagaimana yang diharap kan ada pada peserta didik.
|
Materi pembelajaran hendaknya ditekankan pada pengalaman-pengalaman nyata
dari peserta pelatihan;pembelajaran hendaknya ditekankan pada
pengalaman-pengalaman nyata dari peserta pelatihan;
- Materi pelatihan hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan berorientasi pada aplikasi praktis;
- Metoda dan teknik yang dipilih hendaknya menghindari teknik yang bersifat pemindahan pengetahuan dari fasilitator kepada peserta;
- Metoda dan teknik yang dipilih hendaknya tidak bersifat satu arah namun lebih bersifat partisipatif.
8) Peranan Evaluasi
Pendekatan: evaluasi secara konvensional (pedagogi) kurang
efektif untuk diterapkan bagi orang dewasa. Untuk itu pendekatan ini tidak
cocok dan tidaklah cukup untuk menilai hasil belajar orang dewasa. Ada beberapa
pokok dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar bagi orang dewasa yakni:
- Evaluasi hendaknya berorientasi kepada pengukuran perubahan perilaku setelah mengikuti proses pembelajaran/pelatihan;
- Sebaiknya evaluasi dilaksanakan melalui pengujian terhadap dan oleh peserta pelatihan itu sendiri (Self Evaluation);
- Perubahan positif perilaku merupakan tolok ukur keberhasilan;
- Ruang lingkup materi evaluasi "ditetapkan bersama secara partisipatif" atau berdasarkan kesepakatan bersama seluruh pihak terkait yang terlibat;
- Evaluasi ditujukan untuk menilai efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan program pelatihan yang mencakup kekuatan maupun kelemahan program;
- Menilai efektifitas materi yang dibahas dalam kaitannya dengan perubahan sikap dan perilaku.
Namun ada juga kelemahan andragogi...
Salah satunya adalah bahwa bagaimana mungkin seorang siswa yang tidak
terlalu memahami tentang luasnya ilmu kemudian dibebaskan memilih apa yang
mereka sukai? Seolah sistem Andragogi hanya sebagai suatu sistem yang
mengembirakan siswanya saja dan melupakan untuk tujuan apa sebenarnya sebuah
pendidikan itu dilakukan? Dan bagaimana pula bisa dilakukan -penjagaan terhadap
ilmu-ilmu yang sudah ada? jika sebuah ilmu tersebut tidak diminati oleh siswa,
tentu saja satu waktu ilmu tersebut akan hilang. Dan bagaimana siswa dibiarkan
memilih jika ada persyaratan kemampuan yang memang mesti dimiliki seandainya
siswa mau belajar ilmu tertentu. Tak mungkinlah siswa SD dibiarkan memilih mata
pelaharan Integral Diferensial sebelum mereka menguasai dulu perkalian, jumlah,
kurang bagi, dll.
Kalau ditarik kesimpulan sih.......
Teori Belajar Adragogi dapat diterapkan apabila diyakini bahwa peserta didik
(siswa-mahasiswa-peserta) adalah pribadi-pribadi yang matang, dapat mengarahkan
diri mereka sendiri, mengerti diri sendiri, dapat mengambil keputusan untuk
sesuatu yang menyangkut dirinya. Andragogi
tidak akan mungkin berkembang apabila meninggalkan ideal dasar orang dewasa
sebagai pribadi yang mengarahkan diri sendiri. Yang menjadi tolok ukur sebuah
kedewasaan bukanlah umur, namun sikap dan perilaku, sebab tidak jarang orang
yang sudah berumur, namun belum dewasa. Memang, menjadi tua adalah suatu
keharusan dan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan yang tidak setiap individu
memilihnya seiring dengan semakin lanjut usianya.
Sumber :
Labels:
Psy's Tasks
Friday, June 8, 2012
Until I forget to remember
Tiba-tiba teringat, 2 tahun lalu....
Ada kutipan penggalauan dari sampul buku tulis ._.
getting up late in the morning
and having a cup of coffee dark and strong
would not be a lazy distraction.
it is just my least struggle
to endure the time without you,
the indelible you,
until my heart forgets to remember you from my past,
my old habits
kurang lebih artinya... terlambat bangun di pagi hari dan minum secangkir kopi yang pahit tidak akan menjadi pengganggu kemalasan. itu hanya caraku berjuang untuk bertahan paling tidak beberapa waktu tanpa kamu, kamu tak terhapuskan, hingga hatiku lupa mengingat kamu dari masa lalu, kebiasaan lamaku.
gimana? kayak ada yg nyess~? atau ga terasa apa-apa?
pasti beda-beda setiap orang ya XD
nevermind, as human, we are unique one <3
kita analisis yuk kata-kata itu.....
jadi, si penulis jatuh dalam sekali sepertinya
ga bisa lupa dan....... sadar kalau ga seharusnya
jadi, coba kita belajar
saat jatuh, ya berdiri lagi
saat patah, ditumbuhkan lagi
saat ngantuk? tidur nyaman sekali.... sleep well ladies and gentleman, nite :)
Ada kutipan penggalauan dari sampul buku tulis ._.
getting up late in the morning
and having a cup of coffee dark and strong
would not be a lazy distraction.
it is just my least struggle
to endure the time without you,
the indelible you,
until my heart forgets to remember you from my past,
my old habits
kurang lebih artinya... terlambat bangun di pagi hari dan minum secangkir kopi yang pahit tidak akan menjadi pengganggu kemalasan. itu hanya caraku berjuang untuk bertahan paling tidak beberapa waktu tanpa kamu, kamu tak terhapuskan, hingga hatiku lupa mengingat kamu dari masa lalu, kebiasaan lamaku.
gimana? kayak ada yg nyess~? atau ga terasa apa-apa?
pasti beda-beda setiap orang ya XD
nevermind, as human, we are unique one <3
kita analisis yuk kata-kata itu.....
jadi, si penulis jatuh dalam sekali sepertinya
ga bisa lupa dan....... sadar kalau ga seharusnya
jadi, coba kita belajar
saat jatuh, ya berdiri lagi
saat patah, ditumbuhkan lagi
saat ngantuk? tidur nyaman sekali.... sleep well ladies and gentleman, nite :)
Sunday, June 3, 2012
Hasil Survey Online :D
Survey ini dibuat via Kwik Surveys,
"Free online survey tool with unlimited questions and results"
itu dia mottonya XD
Oke, yang jadi topik survey saya ialah mengenai Manfaat Blog Sebagai
Sarana Pendidikan, khususnya untuk mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Psikologi Pendidikan T.A 2011/2012 *kan mereka yang ngisi... :)
Sarana Pendidikan, khususnya untuk mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Psikologi Pendidikan T.A 2011/2012 *kan mereka yang ngisi... :)
Jadi, dari 7 pernyataan yaitu :
1. Blog menambah minat dan semangat saya untuk belajar
2. Saya fikir lebih hemat mengepost tugas di blog daripada mengumpulkan print out
3. Saya menjadi lebih kreatif dan melek teknologi dengan menggunakan blog
4. Blog membantu saya untuk lebih bebas dan berani berekspresi
5. Isi blog saya bukan hanya tugas, namun juga pengetahuan-pengetahuan umum lain
6. Saya sering terinspirasi dengan melihat blog orang lain
7. Dengan blog, belajar jadi lebih menyenangkan dan memperluas pengetahuan
Yang diberi 5 pilihan
(Sangat Setuju, Setuju, Netral, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju)
Memiliki 1 tujuan yang dilandasi keingintahuan,
dan jelas.... memang sehati dengan topiknya :3
dan hasilnya ialaaaah, eng ing eng......
Ternyata dari 55 orang yang menjadi responses,
1. Persentase terbesar (52,73%) memilih netral. Ternyata mayoritas merasa biasa-biasa saja mengenai penambahan minat dan semangat belajarnya yang dikarenakan blog ._.
2. Setuju bahwa lebih hemat mengepost tugas di blog daripada mengumpulkan print out menjadi yang paling tinggi dengan presentase 43,64%
3. Kali ini "Setuju" menjadi pemenang lagi, 56,36% setuju bahwa ia semakin kreatif dan melek teknologi dengan menggunakan blog
4. 43,64% lagi-lagi setuju bahwa ia lebih bebas dan berani berekspresi dengan menggunakan blog
5."Setuju" kembali memiliki peminat terbesar (29.09%) bersaing dengan "Sangat Setuju" (27,27%) dan "Netral" (25,45%) bahwa blognya diisi bukan sekedar tugas, tetapi juga pengetahuan-pengetahuan lain
6. Mengenai pendapatan inspirasi dengan melihat blog orang lain, 47,27% "Setuju" lagi dan itu adalah persentase pilihan tertinggi
7. Dengan blog, belajar jadi lebih menyenangkan dan memperluas pengetahuan? 36,36% "Setujuuu" lagi, namun bersaing dengan "Netral" (32,73%)
Jadi kesimpulan dari survey ini adalaaaah.....
Walau takarannya bukan persentase yang tajam dan kebanyakan menyebar, per"Setuju"an menjadi suara terbanyak dalam mendukung poin-poin bahwa secara tidak langsung mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Psikologi Pendidikan T.A 2011/2012 menyetujui bahwa Blog Bermanfaat Sebagai Sarana Pendidikan :)
Testimoni :
Alhamdulillah selesai juga...
Awalnya bingung, saat kakak senior ngejelasin, saat itu lagi ngisi survey si kakak juga, jadi konsentrasi terbagi 50%-50%. Lagipula, inspirasi ga langsung datang, khawatir isi surveynya sama dengan punya teman yang lain.. Dan ilmu "coba-coba" ternyata berperan penting dalam mendapatkan jalan menuju cara penggunaan ._. Setelah survey dibuat, waktunya mencari responden, ini adalah masa-masa yang "wah" sekali. Banjir notification facebook terjadi, bukan hanya saya, teman-teman ternyata lebih heboh lagi mengumpulan respondennya XD Proses tolong menolong berlangsung seru, ternyata kami kompak sekali, dan makin bertambah kekompakannya <3 yak, ketika data sudah mencukupi, kini hasil harus dikirim dan dipost di blog deskripsinya. Sempat bingung, ketika dah dirubah ke bentuk pdf kok ada yang kurang gitu, tanya ke teman, ternyata memang gitu, agak was-was ni ceritanya, tapi tanpa kesulitan yang berarti juga kok :) Bagus sekali tugas ini, memberi pembelajaran terbaru terhadap hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Lagi-lagi pengalaman
bertambah, insyaAllah survey online seperti ini pasti akan sangat berguna lagi
suatu hari nanti. Thankyou Bu Dina :D
Labels:
Psy's Tasks
Subscribe to:
Posts (Atom)
Blog Design by Gisele Jaquenod