Sunday, March 2, 2014

KASEP 2014, kasep pisan euy ;D

Haiyaaaa.....rasanya baru kemarin berniat untuk keep in touch sama blog, ternyata.....kedodoran jugaa, malahan lebih dari setengah tahun T_T

Huhu aku ngga bisa dimanja nih --"

Yahsudahlah..

Jadi, aku mau cerita sedikit tentang apa yang terjadi di awal tahun ini :"D

Alhamdulillah, aku dapat kesempatan untuk jadi finalis di suatu lomba :)))

Lombanya tuh...lomba nulis cerpen, hihi udah lamaaaaa kali ngga melakukan hal yang satu ini. Cerpennya bukan cerpen biasa, ceilah, cerpennya tentang abnormalitas <3 Kok gitu? Karenaaa, lomba ini tuh diadain sama BEM Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung khusus untuk diikuti mahasiswa psikologi se-Indonesia :D

Jadi, sekitar November 2013 lalu, aku lihat poster event ini di mading pema. Kampung Seni Psikologi 2014, itu namanya. Temanya? We Care About Abnormality! :D Mereka menyatukan seni dengan psikologi, khususnya abnormalitas. Selain kegiatan-kegiatan seni, acara ini juga ngadain lomba seni, tapi yang berkaitan dengan abnormalitas, termasuk cerpen itu. Kreatif!!

Huooow mungkin ini yang disebut takdir sodara-sodara. Duluuuuuu sekali, mungkin pas SMP, aku pernah terfikir mau jadi penulis yang begini, yang mengangkat topik psikologi :D kesempatan itu datang, paaaasss di semester yang memang ada mata kuliah psikologi abnormal :"D

Karna antusias untuk nyoba ikutan, poster itu langsung aku foto pake hp, supaya bisa ditindaklanjuti kemudian hihihi.

Lalu kesibukan pun menyerang....

Sampai 9 Desember, aku baru teringat lagi pernah berencana ikutan lomba ituuu. Aku cek foto posternya, daaann aku kaget ternyata pendaftarannya terakhir tuh tanggal 8 :'( haaaaa aku ga kuat kalo kalah sebelum mencoba, jadi aku langsung sms panitianya dan....cerita kalo aku lupa dan masih boleh daftar ngga X)

Alhamdulillah boleeehhh!!! \(><)/ bukan, ini bukan nepotisme, pada akhirnya memang diperpanjang untuk semua orang koook sampai 5 Januari 2014 huaha

Setelah aku transfer biaya pendaftaran, ngirim formulir, nulis cerpen, ngirim cerpen, nyatet tanggal penting untuk buka websitenya, aku kembali ke rutinitas padat sehari-hari dan hampir tak sadarkan diri XD *oyaa yang penasaran sama acara kreatif ini, ini dia websitenya KASEP 2014. Oyaaa video iklan acaranya juga ada disini, cekidot ;)

Tanggal 10 Januari 2014, seharusnya finalis lomba udah diumumkan, tapi setelah aku cek....ternyata diundur. Aku tetap nunggu, sambil berusaha membunuh harap-harap palsu hehe. Saaaampai tanggal 20an gitu, pengumuman finalis lomba yang lain keluar, tapi cerpen beluuumm.

Hingga pada suatu malam di tanggal 23 atau 24 Januari...tiba-tiba sms panitia masuk, ngucapin selamat kalo aku jadi finalis, Allahu Akbar :"D aku ngga langsung bilang ke abah bunda, pengennya kasih tau pake cara yang ngga terduga, tapi....akhirnya aku cerita kayak biasa juga hahaha

Aku cek websitenya, ada namaku disana >o< scroll ke bawah...eh ada finalis lomba film pendek yang asalnya dari USU jugaaa, namanya ga disebut, cuma timnya aja, tapi walau aku belum tau siapa itu, berarti aku bakal punya temen buat berangkat ke Bandung :D Yak, finalis wajib ngikutian rangkaian acara yang udah disiapin panitia, sekalian pengumuman pemenangnya juga disana, kyaaa liburan gratis XD

Aku teringat, ada adik kelas yang pernah update tentang lomba film yang dia ikuti, jangan-jangan lombanya tuh yang ini :D langsung aku coba chat dia, daaann dia malah ngucapin selamat duluan ke aku, bilang kita samasama lolos jadi finalis, yaaak sebelum nanya udah dapat jawaban duluan hihihi

Jadi ternyata, tim film pendek yang lolos juga tuh ada Irma, Dewi, Kikin, dan Dedy, kyaaa kyaaa rameee. Finalis dari luar Jawa juga cuma kami ternyataa. Besoknya, kami ngumpul di kampus, bicarain ini itu, memutuskan mau urus proposal permohonan dana ke fakultas, karena tiket kami kesana ngga dibiayai panitia, yang dibiayai itu cuma selama di Bandung aja :D

Setelah proses selama beberapa hari, bikin proposal kilat, diskusi ini itu, sampai diajak Bu Dina ketemu Pak Bongsu juga, urus kesana kesini, siapin ini itu, sempat naik daun sejenak, Alhamdulillah waktu keberangkatan kami tiba :D

31 Januari 2014, setelah Subuh aku diantar bunda ke Plaza Medan Fair untuk dapetin bus yang menuju Kualanamu. Aku telat, Irma Dewi udah nungguin huhu. Kalo Kikin Dedy ga ikutan naik bus, mereka langsung aja.

Sampai di Kualanamu, sekitar jam 7 pagi, kami bertiga ketemu mereka berdua :D sempat ketemu Kak Islah jugaa, yang mau terbang ke Jakarta di hari yang sama hihihi

Pesawat kami harusnya berangkat jam 9, tapi ternyata....delay sodara-sodara. Harusnya jam 11 udah di Bandung, akhirnya jam 2 lewat baru sampaaiiii. Ah, kota masa kecil....

Kami dijemput Teh Tike dan Teh Rine di Hussein Sastranegara, kasihan mereka udah nungguin dari jam 12 disana huhu. Lalu kami pun langsuuung menuju Unisba. Masih malu-malu, di mobil cuma ngobrol dikit-dikit, tapiii mereka ramah bangeeett :D

Sampai di Unisba....ramai panitianya, ramai acaranya, tapi masih sedikit pesertanya, mungkin karna masih siang. Kami kumpul di aula, kenalan sama banyak temen dari universitas lain, senangnya kami cepat beradaptasi hihihi terus Ashar bareng, keliling-keliling bentar jugaa. Hingga... opening ceremony pun dimulai :D Pernah dengar Tari Soya-Soya? Itutuuuh tarian dari Maluku Utara. Yak, kami disambut tarian itu, kereeenn, terkaget-kaget juga sama aksi penarinya yang enerjik luar biasa, sambil bawa senjata, menghentak-hentak bumi, berputar begitu cepat, berteriak-teriak semangat, lincah tak terhingga :D

Setelah opening ceremony selesai, kami diboyong menuju Wisma Ciburial milik Yayasan Unisba. Jalannya begitu terjal, naik turun, kami menuju pegunungan nih kayaknya :p Sampai sana, bus kami yang besar kurang kuat untuk naik lagi, sehingga kami harus mendaki 1000 tangga *yuh, lebay ini* haha. Aku bawa tas yang besar, semi koper gitu, paling besar dari yang lain, ngerepotin sih, sampai dibawain sama panitianya yang ga tegaan...haduh maaf Kang >_< habisnyaaa, mumpung ke Bandung dan abah kebetulan juga lagi disini karna jadwal ketemu Habib *adikku, sekolah di krida nusantara*, selesai acara nanti aku tetap stay beberapa hari buat liburan sama abah dan Habib, sama Irma Dewi Kikin Dedy juga deng hihi, makanya jadi bawa baju agak banyak, beda sama peserta lain yang dari Jawa, mereka bawaannya ransel ._.

Setelah pembagian kamar, kami menyerbu kamar masing-masing, untuk finalis yang perempuan, semuanya dalam 1 kamar, kami ber9 dalam 1 kamar ;) Mandi, Shalat, terus ngumpuuulll di aula. Makan malam bareng, games, technical meeting, sampaaai waktunya tidur :D

Besok paginya setelah siap-siap, kumpul lagi di aula, sarapan, games, pengarahan, daaannn foto-foto ramai-ramai sebelum naik bus lagi. Eh sebenarnya ini sesi foto kami yang kesekian kali, sebelumnya udah banyak jugaa XD

Naik bus sambil city tour, ke berbagai taman di Bandung, dago, gedung sate, museum geologi, lapangan sabuga, cihampelas, dll saaampppaaiii balik ke Kampus Unisba lagi untuk ikutin acara selanjutnya :D

Finalis lomba fotografi dan film pendek harus presentasi hasil karyanya, otomatis ada gugup-gugup juga yang mereka rasakan, beda sama kami yang finalis lomba cerpen ini, begitu santai dan bebas hihihi. Selagi mereka persiapan presentasi, kami yang finalis cerpen menuju photobooth untuk memuaskan hasrat terpendam menjadi gadis sampul hahaha






Kami juga keliling-keliling lokasi, masuk art gallery yang keren ampun-ampunaaaan, sayang aku ga punya fotonya, tapi Dedy ada kok, ingatin aku untuk minta ke dia dan masukin kesini yaah :D Jajan-jajan santai, makan seblak yang menyiksa tapi buat jatuh cintaaaa <3 Nonton film-film karya finalis, hingga dipanggil untuk kumpul lagi karena mau lihat yang presentasi sama-sama.

Presentasi berlangsung dengan lancaaarrr, Alhamdulillah perwakilan dari tim USU, Kikin, begitu percaya diri, beda sama sebelum naik panggung, peace Kin :p

Setelah presentasi selesai, kami keliling-keliling lagi sambil nunggu pengumuman akhir. Hingga pemenang diumumkan, Alhamdulillah, Fakultas Psikologi USU berhasil keluar sebagai pemenang di masing-masing kategori :D juara berapa? coba tebaaak XD





Setelah penutupan yang haru biru dan bikin ga pengen pulang, kami diantar panitia ke penginapan yang udah ada abah disana :))) huhuhuhu tapi pisah deh sama temen-temen baru, acaranya selesai sudah....

Sampai di penginapan yang ada abah, hari sudah malam, kami disambut hangat pemilik penginapan yang juga temennya abah. Diselamatin juga...hihi. Lalu kami bergegas ke kamar masing-masing, mandi, daaan memulai pencarian makan malam dengan berjalan kaki hahaha. Tumben nih abah izinin anak gadisnya jalan malam-malam sama teman :3

Besok paginya, kami pisah.... Irma Dewi Kikin Dedy belanja-belanja dan langsung lanjut ke Bogor, aku-abah-pamannya abah menuju sekolahnya Habib, jalan-jalan, daaann seterusnya :p

Lusanya kami pulang ke Medan, kalo Irma Dewi Kikin Dedy setelah dari Bogor ke Jakarta, lalu ke Medan. Bawa piala disepanjang perjalanan pulang tuh rasanya.... :") Sempat ada yang nanyain juga hihihi, kalo yang ngelirik....banyak >_<

Allah sungguh Mahaaaa, terima kasih banyak ya Allah :"D <3

Psstt, ternyata ada beberapa media juga yang.....hihihi
Disini....namanya pas :D
Tapi yang ini... Siti Habibah Rhadiatullah berubah jadi Siti Badariah, huow ._.

Thursday, August 8, 2013

Inspirational Her

Happy Eid Mubarak ladies and gentlemen!!
Semoga kita bisa kembali fitrah ya, amiiinn ya Rabbal Alamin ~\(^o^)/~

Ada yang mau aku ceritain, lupa kapan tepatnya ini terjadi, tapi ada diantara 10 malam terakhir Ramadhan... Ini kisah tentang seorang nenek.

Kami bertemu di salah satu masjid di dekat rumah, saat salam-salam selesai tarawih.

Biasanya, setelah selesai sholat, para jama'ah khususnya ibu-ibu pada berdiri ramai-ramai, saling salam-salaman cipika-cipiki dst, yak aku juga turut melakukan hal tersebut :3 Saat terhanyut dalam kegiatan itu, sekilas aku lihat si nenek tetap duduk, tidak bangkit dari posisi ia berdoa seusai sholat.

Sampai akhirnya aku salamin separuh ibu-ibu disana, aku lihat lagi si nenek masih seperti semula, yang salaman dengannya juga mungkin hanya sedikit. Tiba-tiba aku sedih, aku melangkah menghampirinya. Aku ulurkan tanganku, bersiap mau menyalamnya, tapi....pandangannya hanya lurus kedepan, aku tidak diacuhkan T_T

Aku masih dalam posisi yang sama dengan hati nelangsa, ketika datang seorang ibu lain mengambil tangan si nenek dan berkata, "nek...ada yang mau salam". si nenek menjawab, "oh iya..dimana.." kemudian ibu tadi meletakkan tangan si nenek ditanganku, aku pun menyalamnya, si nenek mengucapkan terima kasih, membuatku tertegun sejenak.

Saat keluar dari masjid, aku berpapasan dengannya lagi. Ia sedang berjalan jongkok, sendirian meraba-raba lantai, mencari jalan menuju tangga untuk turun dari masjid. Mendadak ada seorang ibu lagi yang menyambut tangannya, membantunya menuruni tangga. Tapi kali ini, si ibu bukan orang asing, si ibu adalah bundaku :D

Seperti biasa, bunda suka mulai pembicaraan dengan orang yang baru dikenal. Tanya-tanya si nenek tinggal dimana, pulang sama siapa, dan sebagainya. Ternyata si nenek tinggal tidak jauh dari masjid, ia berjalan kaki bersama siapa pun yang kebetulan mau berjalan bersamanya ke atau dari masjid.

Ada yang berdesir keras di hatiku. Ya Allah...beliau....buta. Ia tidak bisa melihat dunia, tidak bisa melihat indahnya ornamen masjid tempat kami shalat berjamaah itu, tidak bisa melihat wajah-wajah berseri orang-orang di dalamnya, tidak bisa melihat betapa cantiknya bintang-bintang di langit malam selepas ia keluar dari masjid itu, tidak bisa melihat wajah-wajah bahagia milik anak-anak yang sesekali berlarian dipelataran halaman saat orang tuanya sedang khusyuk saat shalat :" Lantas keluarganya dimana? Membiarkannya terseok-seok sendiri seperti itu...

Esok, esok, dan esoknya lagi, ketika aku kembali tarawih di masjid itu, si nenek selalu ada. Menurut pengakuan ibu yang sering ke masjid bersamanya, memang ia tidak pernah absen, semangat 45 mengerjakan ibadah yang membuat hatinya selalu merekah.

Ya Allah, betapa kurang bersyukurnya aku jika masih bolong-bolong tarawih. Terutama jika bolong-bolongnya karena ada buka puasa bersama dengan berbagai perkumpulan, undangan, disana-sini, dalam rangka ini-itu, hhhh... Tarawih memang ngga wajib, tapi kan cuma ada di bulan Ramadhan, sayang untuk dilewatkan, dapat tambahan kesempatan gini untuk bisa semakin dekat denganNya.

Malu rasanya. Beliau rela bersusah payah dengan segala keterbatasannya, eh aku yang masih muda dan alhamdulillah sehat ini......kenapa ngga kayak gitu :')

Semoga Ramadhan tahun depan masih dapat bertemu, semoga juga beliau senantiasa sehat selalu, bisa tarawih berjama'ah lagi, melihat wajahnya yang teduh lagi, terus menjadi inspirasi untuk selalu bersyukur dan menggunakan seluruh potensi bagi setiap orang yang sering melewatkannya. Amiinn Ya Rabbal Alamin...

Wednesday, July 31, 2013

Transformational me. Eh, my blog :3

Hallooooo everyone :D

Ada perombakan besar-besaran nih disini
Hahaha *sekilas liat jam* woow hampir jam 3 pagi
Okeee, biar cepat langsung cerita yuuuk kenapa bisa gini

Beberapa hari lalu ga sengaja aku ngecek ini blog
Ya ampuuunnn udah setahun lebih terabaikan....
Yah awalnya blog ini emang media untuk ngeshare ilmu sebagai tugas dari matkul psi.pddk, bagus dong ya tugasnya, tapi jadinya begitu lulus dari matkul itu, eeehh ga dilanjutin ngepost. Tapi bukan cuma itu aja sih, banyak lagi aral rintangan untuk tetap keep in touch lewat sini >_<

Yasuda lah...betapa banyak pun alasannya, sekarang waktunya bertransformasi, insya Allah mulai sekarang akan usahain ngepost teruuusss, ciiaaaatttt :D

Yak jadi ketika beberapa hari lalu ngebuka blog ini tuh, kesannya kok templatenya childish sekali... terus banyak widget yang ga begitu dipakai sebenarnya, seperti kasih makan ikan juga kasih makan minum putarin mainan hamster. Hahaha, ya ampun X)

Untuk penggerebekan awal ini ya diawali nyari-nyari template baru. eng ing eng, jadi deh yang sekarang. Judul blognya juga diganti, walau aku suka sama judul dan subjudulnya yang lama, tapi cocoknya sama template yang lama sih :') setelah mikir-mikir-mikir-mikir dapat juga yang sekarang, lumayan kok, kan dari hati ;)

Template yang ini lebih sederhana, tapi cantikan ini menurutku hihihi. Waktu berlalu, masa berganti, apa aja bisa jadi ngga sama lagi, seperti cinta misalnya. Loh? o:)

Sejujurnya yang sekarang itu kelewaaattt sederhanaaaa. Tapi ntar coba utak-atik lagi ya, udah dini hari sih, sejam-an lagi harus sahur ;D padahal belum tidur -_-

Baiklaaah, maaf cuma segini dulu. harus segera tidur untuk kembali bangun :D see you soon, everyone ~\(^o^)/~

Friday, June 15, 2012

Tugas PUM 2, Refleksi Hasil Bentukan Belajar Social Psychology I :)

  Contoh kasus sebagai refleksi hasil bentukan belajar Social Psychology I saya, diambil dari salah satu teori yang telah dibahas yaitu Social Facilitation. Social Facilitation merupakan momen ketika kehadiran orang lain memberi motivasi yang baik, bisa dibilang bahwa kelompok sosial memiliki peran positif.

  Saya pernah mengalami masa-masa ketika jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang padat dan melelahkan. Kemudian apa kaitannya dengan Social Facilititation? Teman-teman, atau dalam hal ini bisa disebut kelompok sosial, membuat saya lebih bersemangat melalui segala rutinitas tersebut. Dengan mereka, saya sadar bahwa saya tidak sendirian. Kami dapat melewati semuanya bersama-sama. Ketika ada waktu luang, kami juga sedikit bersenang-senang. Seperti menginap bersama, makan diluar, berbelanja, nonton, dan lain sebagainya.

  Melakukan hiburan bersama-sama tersebut rasanya seperti me-refresh lagi diri dari rasa letih yang ada. Tidak yang berbau rekreasi saja, kami juga melakukan hal yang berkaitan akademik bersama-sama. Berdiskusi mengenai pelajaran, mengerjakan tugas, mendaftar beasiswa, dan banyak lagi. Sesekali kami juga bersama-sama menjadi panitia suatu acara.

  Rasa letih dan jenuh dapat berkurang banyak saat menghabiskan waktu bersama mereka. Semua terasa lebih menyenangkan dan lebih ringan. Semangat saya untuk terus menjalani semuanya jadi tetap berkibar. Ini lah peran positif dari kelompok sosial saya, ini yang disebut sebagai Social Facilitation.

   Contoh kasus sebagai refleksi hasil bentukan belajar Social Psychology I saya, diambil dari salah satu teori yang telah dibahas yaitu Social Facilitation. Social Facilitation merupakan momen ketika kehadiran orang lain memberi motivasi yang baik, bisa dibilang bahwa kelompok sosial memiliki peran positif.

  Saya pernah mengalami masa-masa ketika jenuh dengan rutinitas sehari-hari yang padat dan melelahkan. Kemudian apa kaitannya dengan Social Facilititation? Teman-teman, atau dalam hal ini bisa disebut kelompok sosial, membuat saya lebih bersemangat melalui segala rutinitas tersebut. Dengan mereka, saya sadar bahwa saya tidak sendirian. Kami dapat melewati semuanya bersama-sama. Ketika ada waktu luang, kami juga sedikit bersenang-senang. Seperti menginap bersama, makan diluar, berbelanja, nonton, dan lain sebagainya.

  Melakukan hiburan bersama-sama tersebut rasanya seperti me-refresh lagi diri dari rasa letih yang ada. Tidak yang berbau rekreasi saja, kami juga melakukan hal yang berkaitan akademik bersama-sama. Berdiskusi mengenai pelajaran, mengerjakan tugas, mendaftar beasiswa, dan banyak lagi. Sesekali kami juga bersama-sama menjadi panitia suatu acara.

  Rasa letih dan jenuh dapat berkurang banyak saat menghabiskan waktu bersama mereka. Semua terasa lebih menyenangkan dan lebih ringan. Semangat saya untuk terus menjalani semuanya jadi tetap berkibar. Ini lah peran positif dari kelompok sosial saya, ini yang disebut sebagai Social Facilitation :)

Wednesday, June 13, 2012

Refleksi Hasil Bentukan Belajar Stress and Health. PUM2 :D

Yuk mariii kita baca contoh kasusnyaa XD


     Contoh kasus sebagai refleksi hasil bentukan belajar stress and health saya ialah saat giliran presentasi terus ditunda beserta jadwal yang sulit diterka. Saya mengalami hal tersebut pada 2 mata kuliah dan masing-masing kebetulan sama-sama 3 kali ditunda. Saya merasa stress, ini disebabkan respon tubuh terhadap perubahan yang tidak spesifik ini. Ini tergolong ke daily hassles.

     Saya sudah menyiapkan diri belajar untuk presentasi, mengabaikan sedikit tugas lain untuk sementara fokus pada presentasi. Tapi ternyata ditunda. Dan setiap ditunda, walau ada rasa senang karena punya waktu lebih untuk belajar lebih, rasanya tentu belum lega.

     Pada yang selanjutnya, saya jadi tidak begitu semangat mempersiapkan diri. Dan ternyata memang ditunda lagi. Yang berikutnya, saya makin santai saja, karena merasa sudah agak kecewa disebelum-sebelumnya. Dan benar ternyata kembali ditunda. Pada akhirnya, ketika memang sudah tidak ditunda, persiapan saya lebih minim dari yang sebelum-sebelumnya.

     Saat mengalami stress karena kekurangjelasan info hari presentasi yang sebenarnya, saya cenderung merasa pusing. Ini merupakan reaksi fisik terhadap fikiran yang stress. Dan karena terus-menerus stress sangat tidak nyaman, saya mencoba mengatasinya.

     Saya cenderung melakukan cognitive coping. Saya ber- Reappraisal (mengubah pola pikir atau pandangan terhadap sebuah peristiwa yang berpotensi menimbulkan stres dengan tujuan untuk mengurangi tingkat stres) bahwa presentasi kelompok saya ditunda terus karena kami secara tidak langsung diberi kesempatan untuk mengerjakan tugas-tugas lain dan memeroleh jatah waktu untuk persiapan lebih matang :)

Saturday, June 9, 2012

Andragogi

Andragogi......

Apasih andragogi itu sebenarnya?

Ngintip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Andragogi, Andragogi adalah proses ketika peserta didik dewasa dilibatkan ke dalam suatu struktur pengalaman belajar.

Alexander Kapp, seorang pendidik dari Jerman yang awalnya memakai istilah ini pada tahun 1833, dan kemudian dikembangkan oleh seorang pendidik Amerika Serikat bernama Malcolm Knowles menjadi teori pendidikan orang dewasa.

Asal kata???? Yunani dooong <3

Yakni dari kata "aner", dengan akar kata andr, yang berarti orang dewasa, dan agogus yang berarti membimbing atau membina.

Knowles mengungkapkan teori tentang andragogi dalam empat postulat sederhana:
  1. Orang dewasa perlu dilibatkan dalam perencanaan dan evaluasi dari pembelajaran yang mereka ikuti (berkaitan dengan konsep diri dan motivasi untuk belajar).
  2. Pengalaman (termasuk pengalaman berbuat salah) menjadi dasar untuk aktivitas belajar (konsep pengalaman).
  3. Orang dewasa paling berminat pada pokok bahasan belajar yang mempunyai relevansi langsung dengan pekerjaannya atau kehidupan pribadinya (Kesiapan untuk belajar).
  4. Belajar bagi orang dewasa lebih berpusat pada permasalahan dibanding pada isinya (Orientasi belajar).

terussss, kalo mau aplikasi, gimana?

ini nihh ;)
    Langkah-Langkah Pokok dalam Andragogi

Langkah-langkah pokok untuk mempraktikkan Andragogi adalah sebagai berikut: 

Menciptakan Iklim Pembelajaran yang Kondusif: Ada beberapa hal pokok yang dapat dilakukan dalam upaya menciptakan dan mengembangkan iklim dan suasana yang kondusif untuk proses pembelajaran, yaitu: 

1)     Pengaturan Lingkungan Fisik: Pengaturan lingkungan fisik merupakan salah satu unsur dimana orang dewasa merasa terbiasa, aman, nyaman dan mudah. Untuk itu perlu dibuat senyaman mungkin:
  • Penataan dan peralatan hendaknya disesuaikan dengan kondisi orang dewasa;
  • Alat peraga dengar dan lihat yang dipergunakan hendaknya disesuaikan dengan kondisi fisik orang dewasa;
  • Penataan ruangan, pengaturan meja, kursi dan peralatan lainnya hendaknya memungkinkan terjadinya interaksi sosial. 

2)     Pengaturan Lingkungan Sosial dan Psikologi: Iklim psikologis hendaknya merupakan salah satu faktor yang membuat orang dewasa merasa diterima, dihargai dan didukung.
  • Fasilitator lebih bersifat membantu dan mendukung;
  • Mengembangkan suasana bersahabat, informal dan santai melalui kegiatan Bina Suasana dan berbagai permainan yang sesuai;
  • Menciptakan suasana demokratis dan kebebasan untuk menyatakan pendapat tanpa rasa takut;
  • Mengembangkan semangat kebersamaan;
  • Menghindari adanya pengarahan dari "pejabat-pejabat" pemerintah;
  • Menyusun kontrak belajar yang disepakati bersama.

3)     Diagnosis Kebutuhan Belajar: Dalam andragogi tekanan lebih banyak diberikan pada keterlibatan seluruh warga belajar atau peserta pelatihan di dalam suatu proses melakukan diagnosis kebutuhan belajarnya:
  • Melibatkan seluruh pihak terkait (stakeholder) terutama pihak yang terkena dampak langsung atas kegiatan itu;
  • Membangun dan mengembangkan suatu model kompetensi atau prestasi ideal yang diharapkan;
  • Menyediakan berbagai pengalaman yang dibutuhkan;
  • Lakukan perbandingan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada, misalkan kompetensi tertentu.

4)     Proses Perencanaan: Dalam perencanaan pelatihan hendaknya melibatkan semua pihak terkait, terutama yang akan terkena dampak langsung atas kegiatan pelatihan tersebut. Tampaknya ada suatu "hukum" atau setidak tidaknya suatu kecenderungan dari sifat manusia bahwa mereka akan merasa 'committed' terhadap suatu keputusan apabila mereka terlibat dan berperanserta dalam pengambilan keputusan:
  • Libatkan peserta untuk menyusun rencana pelatihan, baik yang menyangkut penentuan materi pembelajaran, penentuan waktu dan lain-lain;
  • Temuilah dan diskusikanlah segala hal dengan berbagai pihak terkait menyangkut pelatihan tersebut;
  • Terjemahkan kebutuhan-kebutuhan yang telah diidentifikasi ke dalam tujuan yang diharapkan dan ke dalam materi pelatihan;
  • Tentukan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas di antara pihak terkait siapa melakukan apa dan kapan. 

5)     Memformulasikan Tujuan: Setelah menganalisis hasil-hasil identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang ada, langkah selanjutnya adalah merumuskan tujuan yang disepakati bersama dalam proses perencanaan partisipatif. Dalam merumuskan tujuan hendaknya dilakukan dalam bentuk deskripsi tingkah laku yang akan dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut di atas. 

6)     Mengembangkan Model Umum: Ini merupakan aspek seni dan arsitektural dari perencanaan pelatihan dimana harus disusun secara harmonis antara beberapa kegiatan belajar seperti kegiatan diskusi kelompok besar, kelompok kecil, urutan materi dan lain sebagainya. Dalam hal ini tentu harus diperhitungkan pula kebutuhan waktu dalam membahas satu persoalan dan penetapan waktu yang sesuai. 

7)     Menetapkan Materi dan Teknik Pembelajaran: Dalam menetapkan materi dan metoda atau teknik pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 

No
Asumsi
Pedagogik
Andragogi
1
Kosep tentang diri peserta didik
Peserta didik digambarkan sebagai seseorang yang bersifat tergantung.
Pada umumnya orang dewasa secara psikologis lebih memerlukan pengarahan diri, walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung.
2
Fungsi Pengalaman peserta didik
Di sini pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik tidak besar nilainya, mungkin hanya berguna untuk titik awal. Oleh karenanya, teknik utama dalam pendidikan adalah teknik penyampaian yang berupa: ceramah, tugas baca, dan penyajian melalui alat pandang dengar.
Di sini ada anggapan bahwa dalam perkembangannya seseorang membuat alat penampungan pengalaman yang kemudian akan merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat, oleh karena itu teknik penyampaian yang utama adalah eksperimen, percobaan-percobaan di laboratorium, diskusi, pemecahan masalah, latihan simulasi, dan praktek lapangan.
3
Kesiapan belajar
Seseorang harus siap mempelajari apapun yang dikatakan oleh masyarakat, dan hal ini menimbulkan tekanan yang cukup besar bagi mereka karena adanya perasaan takut gagal, oleh karena itu kegiatan belajar harus diorganisasikan dalam suatu kurikulum yang baku, dan langkah-langkah penyajian harus sama bagi semua orang.
Fungsi pendidik di sini adalah menciptakan kondisi, menyiapkan alat serta prosedur untuk membantu mereka menemukan apa yang perlu mereka ketahui. Dengan demikian program belajar harus disusun sesuai dengan kebutuhan kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutan-urutan penyajian harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
4
Orientasi belajar
Kurikulum harus disusun sesuai dengan unit-unit mata pelajaran dan mengikuti urutan-urutan logis ilmu tersebut , misalnya dari kuno ke modern atau dari yang mudah ke sulit. Artinya jadwal disusun berdasarkan keterselesaian nya mata-mata pelajaran yang telah ditetapkan.
Belajar harus disusun ke arah pengelompokan pengembangan kemampuan. Dengan demikian orientasi belajar terpusat kepada kegiatannya. Dengan kata lain, cara menyusun pelajaran berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau penampilan yang bagaimana yang diharap kan ada pada peserta didik.

Materi pembelajaran hendaknya ditekankan pada pengalaman-pengalaman nyata dari peserta pelatihan;pembelajaran hendaknya ditekankan pada pengalaman-pengalaman nyata dari peserta pelatihan;
  • Materi pelatihan hendaknya sesuai dengan kebutuhan dan berorientasi pada aplikasi praktis;
  • Metoda dan teknik yang dipilih hendaknya menghindari teknik yang bersifat pemindahan pengetahuan dari fasilitator kepada peserta;
  • Metoda dan teknik yang dipilih hendaknya tidak bersifat satu arah namun lebih bersifat partisipatif. 

8)     Peranan Evaluasi Pendekatan: evaluasi secara konvensional (pedagogi) kurang efektif untuk diterapkan bagi orang dewasa. Untuk itu pendekatan ini tidak cocok dan tidaklah cukup untuk menilai hasil belajar orang dewasa. Ada beberapa pokok dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar bagi orang dewasa yakni:
  • Evaluasi hendaknya berorientasi kepada pengukuran perubahan perilaku setelah mengikuti proses pembelajaran/pelatihan;
  • Sebaiknya evaluasi dilaksanakan melalui pengujian terhadap dan oleh peserta pelatihan itu sendiri (Self Evaluation);
  • Perubahan positif perilaku merupakan tolok ukur keberhasilan;
  • Ruang lingkup materi evaluasi "ditetapkan bersama secara partisipatif" atau berdasarkan kesepakatan bersama seluruh pihak terkait yang terlibat;
  • Evaluasi ditujukan untuk menilai efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan program pelatihan yang mencakup kekuatan maupun kelemahan program;
  • Menilai efektifitas materi yang dibahas dalam kaitannya dengan perubahan sikap dan perilaku.

Namun ada juga kelemahan andragogi...
Salah satunya adalah bahwa bagaimana mungkin seorang siswa yang tidak terlalu memahami tentang luasnya ilmu kemudian dibebaskan memilih apa yang mereka sukai? Seolah sistem Andragogi hanya sebagai suatu sistem yang mengembirakan siswanya saja dan melupakan untuk tujuan apa sebenarnya sebuah pendidikan itu dilakukan? Dan bagaimana pula bisa dilakukan -penjagaan terhadap ilmu-ilmu yang sudah ada? jika sebuah ilmu tersebut tidak diminati oleh siswa, tentu saja satu waktu ilmu tersebut akan hilang. Dan bagaimana siswa dibiarkan memilih jika ada persyaratan kemampuan yang memang mesti dimiliki seandainya siswa mau belajar ilmu tertentu. Tak mungkinlah siswa SD dibiarkan memilih mata pelaharan Integral Diferensial sebelum mereka menguasai dulu perkalian, jumlah, kurang bagi, dll.

Kalau ditarik kesimpulan sih.......

Teori Belajar Adragogi dapat diterapkan apabila diyakini bahwa peserta didik (siswa-mahasiswa-peserta) adalah pribadi-pribadi yang matang, dapat mengarahkan diri mereka sendiri, mengerti diri sendiri, dapat mengambil keputusan untuk sesuatu yang menyangkut dirinya. Andragogi tidak akan mungkin berkembang apabila meninggalkan ideal dasar orang dewasa sebagai pribadi yang mengarahkan diri sendiri. Yang menjadi tolok ukur sebuah kedewasaan bukanlah umur, namun sikap dan perilaku, sebab tidak jarang orang yang sudah berumur, namun belum dewasa. Memang, menjadi tua adalah suatu keharusan dan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan yang tidak setiap individu memilihnya seiring dengan semakin lanjut usianya.

Sumber :