Wednesday, November 19, 2014

Episode 2 : Tentang hari kedua yang ditulis pada hari ke empat puluh satu :')

Kamis, 9 Oktober 2014 di Cowichan Lake, British Columbia, Canada

Rembulan kembali ke peraduan, hari baru tiba menjelang. Manisnya pagi, membuka pandang ke langit-langit kamar, percakapan bahasa inggris terpantul-pantul di udara. Rasanya seperti di film.......seperti asrama sekolah-sekolah orang-orang berkulit putih di telenovela dahulu kala. 

Masih seperti mimpi, saya benar-benar disini, menjadi bagian dari persekutuan pemuda-pemudi 2 bangsa yang begitu berbeda. Ucapan selamat pagi, menanyakan bagaimana tidur semalam, bergentayangan dari kamar ke kamar. Kemudian bersiap-siap singkat karena bangun yang sebenarnya sudah pada telat, sarapan sudah menunggu.

Beramai-ramai di ruang makan yang besar, dimana lagi-lagi percakapan bahasa inggris berdentang-denting di udara, Mencoba berkenalan lebih dekat, mengobrol lebih jauh, setiap waktu makan nantinya akan seperti ini dan berganti-ganti teman sebelah di meja. 

Seusai sarapan yang luar biasa banyak pilihannya, kami, 36 pemuda pemudi Indonesia Kanada (Habibah, Emily, Lyanda, Gillian, Jeni, Anais, Mute, Kianna, Rihaf, Charlotte, Rifan, Cale, Ihram, Donovan yang sebenarnya nyusul datangnya, Adi, Caelhan, Arief, Alexis, Rahmi, Anne, Takim, Robert, Bagus, Jason, Syifa, Audrey, Lia, Vivien, Yayang, Andrew, Ayim, Chelsea, Jeffry, Nathaniel, Ewis, Dahnait) berkumpul diruangan workshop, siap menerima materi pertama selama VOC. Materi pertama sudah jelas seperti yang biasa dimana-mana, perkenalan.

Perkenalan tentang diri, tentang program, tentang peraturan, tentang segala hal-hal baru yang akan segera dihadapi. Berbagai kesan pertama muncul, walau belum hafal semua nama-nama yang ehem, agak susah, lagipula wajahnya juga mirip-mirip hihihi. Materi diselingi dengan permainan-permainan yang membuat tidak sadar waktunya untuk makan siang sudah datang.

Daun Maple pertama, nemu di ruang workshop :')
Suasana ruang Workshop

Setelah makan siang yang tidak kalah besar seperti sarapan sebelumnya, kita kembali ke kelas, diberi tugas untuk presentasi, kemudian keluar lagi. Ya! Presentasi akan dilakukan diluar ruangan, menkmati cerahnya lagit dan indahnya alam :'D

Jadi presentasinya tuh berbasis kenegaraan, tim Indonesia dan tim Kanada. Masing-masing beri gambaran seingkat tentang negaranya, seperti pengetahuan umum, budaya, politik, dll. Emang pada senang nyanyi dan nari kali ya? Dua hal ini ndak kunjung tertinggal baik di kedua kubu :"D

Hingga malam tiba, setelah lagi-lagi makan malam, api unggun siap menyala :D dari lokasi asrama, kita menembus sedikit hutan menuju tepi danau. Pertama kali makan marshmallow yang dibakar langsung di api unggun, lembut, manis, hangat, meleleh, enak sekaliiiiii :')

Bulan juga sangat indah pada malam itu, dipinggir danau yang tenang, malam hari yang dingin, kobaran api yang menyala-nyala, riangnya suara tawa, merdunya alunan nada lagu-lagu cinta, malam yang bersinar-sinar, takjub mengapa begitu mudah persekutuan 2 bangsa ini menyatukan jiwa :3

Cukup dingin.....dan semakin malam.... Saya dan beberapa teman bergegas kembali ke aula yang juga ruang makan, dimana 24 jam selalu ada cemilan :"

Bukannya langsung tidur, mata terpaut pada piano di sudut ruangan, kami dengan antusias mengelilinginya, bermain bersama, sampai larut...sampai hanyut...dan buat janji untuk coba canoeing keesokan paginya ;)

Episode 3 : http://rhadiatullah.blogspot.co.id/2014/11/tentang-hari-ketiga-menundyang-ditulis.html

Friday, October 31, 2014

Episode 1 : Sudah Tiba Waktunya. Sudah Tiba Waktunya :D

Assalamualaikum!!!! Lama sudah rasanya tidak mendengar dan memperdengarkan salam penuh doa keselamatan itu disetiap hari :")

Ya. Allah telah menunjukkan kembali kehebatannya, kemahakuasaannya. Saya, putri Indonesia, eehhh, wanita asli Indonesia, berdarah murni Karo (salah 1 dari 8 etnis asli Sumatera Utara), yang hampir seumur hidup tinggal di kota Medan dan menjalani hari bersama keluarga, kini diizinkanNya merajut hari dibelahan bumiNya yang lain.

Melintasi ribuan mil, melewati samudera, terombang-ambing beberapa masa di angkasa, bertemu dunia yang berbeda, merajut hidup dengan gejolak muda

Cottleview Dr, Nanaimo, British Columbia, Canada. Selama 3 bulan kedepan, saya akan bersemayam disini, menatap pohon-pohon raksasa melewati dinding kaca besar menuju bukit penuh rusa dibelakangnya. Ayah, ibu, saudara-saudara perempuan, disini kami tinggal bersama. Kita keluarga, sama seperti yang murni tertaut aliran darah di Pasar 3 Tanjung Sari, Medan, Sumatera Utara, Indonesia.

Saya tidak bisa menunda lebih lama lagi, kisah ini terus mengalir dari satu masa ke waktu selanjutnya. Sudah terlalu banyak yang tercatat menjadi tulisan buram mempersiapkan semua tulisan ini naik kepermukaan. Saya siap sedia untuk mengulang semuanya, menceritakan kembali kisah yang sudah direncanakanNya dan kejutan-kejutan penuh rahasia.

Sesungguhnya proses ini begitu panjang, semua sudah berawal sejak setengah tahun yang lalu. Semoga akan ada suatu waktu saya dapat menguraikan kembali semuanya sejak saat itu. Hari ini, di pagi hari yang dingin pada musim ketika daun-daun mengatakan sampai jumpa pada rantingnya, di Cottleview Dr, saya akan memulai dari hari pertama saya berada di negara bersistem pemerintahan demokrasi federal ini.


Rabu, 8 Oktober 2014 di Kanada. Kamis, 9 Oktober 2014 di Indonesia
Lima puluh orang pemuda Indonesia ber-attire one biru mendaratkan diri di Vancouver International Airport, setelah perjalanan jauh nyaris dua hari meggunakan pakaian kebanggaan yang sama, yang aromanya tetap baik-baik saja (hahaha).

Takjub, kini kita menginjak bagian bumi yang berbeda :") Bergegas menuju bagian imigrasi, kita mau ditanya-tanya nih, saya sempat berfikir, mungkin wawancara akan menjadi proses sepanjang masa yang tiaaaada habisnya. 

Setelah beberapa waktu bergantian ditanyai petugas imigrasi, kita ber50 lolos!!! \:D/ Namun kebersamaan kita ber50 selama kurang lebih 2 minggu terakhir sudah sampai pada ujungnya...kita akan berpencar menjadi 5 kelompok, menuju 5 lokasi yang berbeda di tanah negeri persemakmuran Inggris.

Whitehorse, Yukon, tempat paling dingin di Kanada. Camrose, Alberta, kota yang simbolnya rose. Haida Gwaii, BC, tempat first nation banyak menempatinya. Duncan, BC, kota kecil yang totem dimana-mana. Nanaimo, Snuneymuwx, harbour city, kota yang santai, yang juga hujan setiap hari. 

Tim Nanaimo dan Duncan akan tetap bersama hingga Volunteering Orientation Camp (VOC) selesai, namun tim lainnya akan terpisah pada detik itu juga. Berangkulan, berfoto bersama, berpisah untuk kembali bertemu lagi nantinya. Saya dan dua kakak terdekat saya, yang setiap hari tidur bersama selama Pre Departure Training (PDT) di Mess Memet Seskoal, Jakarta, yang menghabiskan begitu banyak waktu konyol bersama, juga akan terpisah pada masa itu T_T

Kak Nindy penari sejati nan lincah dari Kalimantan Barat dengan kisah surat cintanya dan uang Rp 1000 dari secret admire di amplop inbox PDT akan berjuang melawan dingin di Yukon. Kak Dika, gadis Jawa Timur yang supel nan ceria dan dalam 2 menit saja bisa langsung melepas kesadaran dirinya akan bertarung ala indian di Haida Gwaii. Setiap hari kita berjuang menutup pintu kamar yang rusak, berlomba mandi super cepat, tidur 2 jam yang nikmat, bermake-up hanya dalam beberapa ketukan notasi nada, saling menjawab couple yang sudah menjemput pada pagi hari "iyaaa sebentar lagi", sempat-sempatnya curhat-curhatan di waktu jeda yang sempit, kecarian kunci kamar siapa yang pegang, surat-suratan lewat inbox padahal tinggal 1 kamar, nekad jemur pakaian di luar sementara yang lain jemur pakaian di dalam, pernah dapat predikat kamar ter-uhuk hingga akhirnya taubat pada malam itu juga, daaaannnnn masih banyaaakkk lagi kisah kita di 3 ranjang yang sengaja kita rapatkan bersama, mempermudah setapak jalan kamar dan juga jalannya kita bergosip, aahh sampai jumpa roommates tersayang, sampai jumpaaaa :")


Setelah semua menuju jalannya masing-masing, tim Nanaimo dan tim Duncan membusungkan dadanya bersemangat menuju bus sekolah yang sudah menunggu. Serius, kita naik bus sekolah!!! XD

Sepanjang perjalanan menuju suatu tempat untuk melaksanakan VOC yang kita pada saat itu belum tahu kemana, kita bernyanyi dan berceloteh dengan riangnya. Hingga pada satu jalan, kita melewati sebuah masjid. Ya! Ada masjid di Kanada! Allahu Akbar :"D

Sesampainya di sebuah pelabuhan, (pelabuhan kali ya?) kita dapat uang jajan pertama, 30 dollar :"D Ferry yang akan kita naiki masih beberapa jam lagi, kita punya jeda waktu untuk apa saja, terutama makan siang. Terakhir kali makan adalah jam 6 pagi di pesawat, dan saat itu sudah jam 3 siang, super lapar! Hahaha. Oke, uang jajan pertama segera terpakai, dengan berbagai pertimbangan mahalnya harga dan kehalalan makanan yang ada, untuk pertama kalinya XD

Singkat cerita, tiba waktu kita menaiki sang kapal. Oke, program kali ini benar-benar plus-plus. Sudah transit di Korea, akan naik kapal yang besar pula. ICYEP 2014 include IKYEP dan SSEAYP :)))))))


Pamerin saman ke penumpang kapal dan bernyanyi-nyanyi riang kerap kami lakukan. Hingga malam tiba, kita diajak untuk melihat sesuatu yang menakjubkan. Ciptaan Allah yang tiada duanya. Bulan, purnama sempurna, bercahaya terang, menemtramkan, memesona, menakjubkan. Bulan malam itu begitu indah. Begitu sempurna. Dingin sekali udara laut pada saat itu, tapi cahaya yang satu itu menyirnakan gigitan dinginnya malam. Kabut yang menyelimuti sekitar menambah dramatis situasi, Dari kejauhan, juga terlihat kerlap kerlip cahaya dari kota di samudera sebrang. Indah :")

Hingga malam semakin temaram, kita sampai di pelabuhan sebrang. Menggunakan mobil, kita menuju kegelapan. Serius gelap, masuk ke hutan-hutan, jalan berlika-liku, tas yang dipangku terasa bertambah berat, hingga semua tak terlihat. Saya tidak lagi sadarkan diri. Tertidur dalam buaian perjalanan.

Beberapa jam kemudian......sampai. Terbangun masih dalam kegelapan, di suatu tempat yang dikelilingi pohon-pohon raksasa dan suhu udara dibawah biasa. Kita tiba disana, tempat VOC akan bermula.

Buru-buru turun dari mobil. Melambaikan tangan dalam gelap, kearah dimana pusat rasa deg-degan berasal. Para Canadian. Ya, mereka hanya beberapa meter jaraknya. Mereka yang akan menjadi bagian dari kehidupan selama 6 bulan kedepan. Mereka yang bisa saja jadi sahabat terdekat, namun juga berpotensi menjadi teman yang tidak cocok dalam segala hal.

Mereka.....orang asing.

Masih dalam gelap, Indonesian sudah turun semuanya dari mobil. Menghampiri mereka yang sudah berbaris rapi, 18 orang Canadian. Bersalaman bergantian, berkenalan, menyebutkan nama masing-masing, mencoba mengingat dalam waktu cepat. Masih dalam gelap, masih hangat oleh deg-degan.

Kemudian kami berjalan menuju ruang utama. Terang. Sangat terang. Pertama kalinya mengamati wajah mereka satu-persatu. Mereka menyambut dengan hangat, namun ada beberapa yang wajahnya agak.....berbeda. Melihat kami dengan....ternganga? *yang pada akhirnya kini jadi dekat juga ;D

Kami memberikan yel-yel andalan, mereka menyambut dengan tarian. Hingga tiba saatnya memilih kamar, Seorang perempuan cantik yang berkulit hitam dan berambut ikal menawarkan bantuannya untuk membawa barang-barang bawaan. Namanya Dahnait, ia baik sekali, dan akhirnya kami sekamar, bersama kak Ewis dan juga Emily. Kenalan lebih jauh, bercerita hal-hal kecil. Super!

Berbenah barang-barang sebentar. Membersihkan diri. Hingga tiba saatnya beristirahat. Excited tingkat maksimal, tidak terasa lelah sedikit pun! :D

*akhirnya selesai juga kisah di hari pertama....akan menyusul catatan beberapa puluh hari berikutnya, stay tune! ;D

Episode 2 : http://rhadiatullah.blogspot.co.id/2014/11/tentang-hari-kedua-yang-ditulis-pada.html

Monday, August 18, 2014

RencanaNya Selalu Merdeka-kan Jiwa

Ketika hatimu bergumul risau, tuliskanlah, niscaya akan ada setitik air syurga yang jatuh dan menyublim ke penjuru lainnya sehingga ketenangan itu kembali datang.

Itu yang saya rasakan setelah menulis postingan yang terakhir. Pelan-pelan jadi bisa berfikir lebih jernih lagi, lebih lega :")

Okaiii, kita masuk ke catatan-hati-seorang-calon-istri-dan-calon-ibu (hahaha) yang selanjutnya yah

Dirgahayu Indonesia-ku, Happy 69th Independence Day!!! \(^^)/

Ada yang berbeda diperingatan hari kemerdekaan tahun ini, ada kejutan lagi yang menghiasi sudut-sudut berkabut

Sebagai mahasiswa yang mencintai kampusnya, hihihi, saya selalu hadir di setiap upacara nasional yang diadakan, lebih tepatnya diwajibkan untuk selalu hadir. Sebenarnya ini berhubungan dengan kucuran rupiah yang dipersembahkan setiap tahun dari pemerintah :)))) di kampus ada peraturan, bagi yang Alhamdulillah dapat beasiswa, harus selalu ikut upacara-upacara seperti ini

Siang hari sebelum hari H, masuk sms dari teman saya yang kemarin sama-sama berangkat ke Bandung untuk ikutan Kasep 2014. Ia menginformasikan besok harus datang jam 7.15 dan pakai jaket almamater. Olala, upacara biasanya dimulai jam 8, kenapa kami diminta datang lebih pagi? Ada feeling yang baik nih :")

Ternyata benar, sesampainya di kampus, kami yang katanya total ada 20orang dari berbagai fakultas, yang tidak semuanya saya kenal diberi pengarahan mengenai tempat berbaris dan penghargaan yang akan diberikan. Allahu Akbar! Saya akan berbaris di tempat spesial, di bagian depan, tempat biasanya mahasiswa berprestasi diumumkan, tempat yang sejak saya masih menjadi mahasiswa baru dulu saat pertama kali mengikuti upacara di USU selalu saya lirik-lirik dari kejauhan, tempat yang saya doakan diam-diam dari barisan saya yang biasa bisa menjadi tempat saya disuatu hari, dan kesempatan untuk menempati tempat itu ternyata sungguh nyata, doa saya kembali dikabulkanNya.....

Jadilah itu upacara paling tertib selama saya mengikuti upacara disana :')

Hingga tiba masa pemanggilan nama-nama kami yang ber-20 untuk maju ke depan podium dan memeroleh penghargaan, ternyata ada kejutan lainnya

Kami mendapat tunjangan, uang tunai, yang jumlahnya Alhamdulillah sekaliiiii. Saya langsung teringat kebutuhan-kebutuhan logistik yang begitu banyak untuk keberangkatan pertukaran nanti, sejujurnya saya sedang kesulitan, dan Allah kembali menunjukkan kuasanya, rezeki itu datangnya begitu indah kawan :')

Rektor dan PR3 menyalami kami satu persatu, mengucapkan selamat, mengapresiasi tinta yang telah kami torehkan, memberikan hadiah-hadiah itu, lalu berfoto bersama. Sederhana saja, tapi berhasil menggetarkan hati saya yang teringat ayat ini... ".....Call on Me, I will answer your prayers....."

".....Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu....." (QS. Al Mu'min : 60)

Doa itu nyata. Doa itu senjata :"D


Reuni Tim Psikologi USU untuk Kasep 2014 XD
Terima kasih banyak....ini sangat berarti :')

Bersama mereka yang rindunya udah luarbiasa, tapi kurang poyi :")

Sunday, August 10, 2014

Ada Jeda Bahkan Ketika Mimpi Dijemput Masa

Ada sesuatu yang kurang, ada perasaan yang menghantui saya, ada ketakutan-ketakutan yang membisiki dengan hebohnya

Saya berbeda, tidak sama dengan tekad semasa itu. Saya berbeda, dan saya merasa rindu pada masa masih biasa

Saya rindu dengan masa nyaman menjadi seorang yang....dulu. Berkumpul bersama mereka, diingatkan dengan hal-hal setelah dunia

Bukan itu, mungkin timbul kepengecutan menghadapi apa yang sudah saya minta-minta. Rasanya penuh tanya, rasanya takut, rasanya ragu benarkah ini yang seharusnya

Benarkah saya menjauh? Apakah yang sudah terlewat jauh?

Pengorbanan, pilihan, pagi hingga malam, kebersamaan, menduakan banyak hal, hari yang berbeda, fikiran yang bergumul-gumul, perbandingan-perbandingan, kehampaan, benarkah ini jalan saya?

Mungkinkah setiap orang akan ada pada masa ketika ia mempertanyakan apa yang sudah lama yang ia impikan?

Sebenarnya saya tidak ingin mengakui perasaan ini. Tapi tidak seharusnya dipendam dalam dusta, dan kini waktunya bercerita

Saya tidak sanggup menceritakan dengan jelas, biarlah kode-kode seperti ini membantu melepas sesak di dada.

Saya sudah berbeda, belum jauh, tapi mungkin akan lebih jauh.Tidak apa jika itu baik, tapi bagaimana kalau sampai kehilangan tujuan utama?

Mengingatnya dalam bentuk kata mungkin tidak mustahil, tapi merasakannya lagi, menghirup secercah harapan yang dulu berkobar-kobar

Mungkin saya butuh jeda, Berhenti sebentar dari semua ini. Tapi tidak! Saya bahkan belum melakukan apa-apa, persiapan ini tidak cukup, sama sekali tidak mendekati cukup. Saya malu kenapa begitu lama, miris rasanya.

Ketika diri sendiri memang menjadi tantangan yang utama, ketika bayangan-bayangan menambah bumbu supaya drama semakin seru, ketika setiap hari ada yang kurang berarti, ketika semuanya harus disyukuri tapi kemudian kembali berfikir keras sekali, ketika lupa menjadi resep utama, saya merasa payah

Saya butuh kembali langkah awal dan melihat keadaan sekarang dari masa itu. Saya tahu kemana harus berlari, namun bagaimana caranya terasa begitu jauh. Saya jatuh.

Banyak sekali yang tertunda, banyak sekali niat yang terbengkalai, dan lebih banyak lagi penyesalan-penyesalan yang menghantui diri sendiri. Seakan-akan fikiran-fikiran ini menjadi awan di segala penjuru langit. Saya butuh kembali pada yang seharusnya.

Tuesday, July 1, 2014

Marhaban dan 3 Hari Hore :D

Marhaban yaa Ramadhaaann :D
Selamat datang duhai bulan penuh ampunan, bulan dengan pahala seribu bulan, bulan kelahiraaann :D

Saya rinduuuu sekali masa-masa karnaval menyambut Ramadhan saat SD dulu. Jalan kaki beramai-ramai, bawa papan tulisan-tulisan hasil buatan sendiri, bagi-bagi stiker, menyanyikan lagu-lagu bersama teman-teman, riuh rendah suara koor kompak anak-anak penuh semangat

Cuaca memang terik, kota Medan selalu dihangatkan matahari. Namun semua pertanda alam itu tidak sanggup melebur antusiasme kaki-kaki kecil kita untuk menyambut Ramadhan tercinta

Sekarang, kaki-kaki kecil itu sudah bertumbuh lebih besar, jejaknya sudah dan akan terus tersebar, kita yang tertatih-tatih tiap mendengar bunyi bel pertanda masuk kelas, kita yang memekik tiap saling berkerjaran, kini sudah menyebar, kini sudah melebar XD

Di siang yang hangat ini, tepat hari kedua Ramadhan, tepat hari kedua juga saya pulang dari pertemuan pertama bersama teman-teman seperjuangan sepertukaran *ahai

Pada tanggal 25 Juni 2014 yang lalu, sahabat si raja rimba mencengkram angkasa, tergeluti awan-awan mengantar kami menuju kita

Saya terbang bersama partner in crime, eh engga deng hahaha, bersama Bang Yugo -pasangan utusan dari Sumut dan Dhika -sahabat sejak SMA yang ngga sengaja 1 pesawat, jodoh! :*

Hari pertama, pertemuan 39 yang nantinya akan menjadi 45 kita riuhkan dengan sapa, tanya nama, bicara beragam bahasa. Kita bertemu, untuk pertama kalinya, di bandara ibukota. Hai, wajah-wajah yang penuh duga, ini saya, yang masih ada diantara


Tapi sejak detik itu juga saya tau, hati-hati kita akan bersatu, padu memandu perjalanan yang terus kita perjuangan. Saya berjanji, akan berusaha agar kita bertemu lagi, agar jangan dulu diganti

Jadi yah ceritanya, kita kumpul di salah satu resto di bandara itu, uhuy, ributnya kita memenuhi udara XD

Setelah beberapa kandidat lain tiba, kita lanjutkan perjalanan dari cengkareng menuju Jakarta Barat, tempat kita akan menjalin rindu setelah 3 hari berpadu

Actually, disana itu ngga ngumpul lengkap. Ada beberapa yang udah di hotel, ada yang nyampe ntar malem, ada yang ngga bisa datang karena lagi periode jugaa

Kita naik bus menuju hotel, perjalanan pertama kita dalam satu kendaraan yang sama

Sampai hotel, masuk ke kamar masing-masing yang udah dibagi sebelumnya, Sholat, terus ngumpul di lobby, dan menuju aula bersama-sama. Makan malam, pengarahan, daaannn istirahat

Saya satu kamar dengan seorang gadis dari Kalimantan Timur. Dia adalah seorang yang sangat pengertian, penuh semangat, bergerak cepat, teman bercerita yang cerdas. Diakhir pertemuan, walau beda yang dipercaya, kami saling menautkan tangan dan berdoa bersama. Belakangan saya baru tahu kalau dia adalah duta pariwisatanya Kaltim dan pernah diwawancarai VOA pas lagi ada acara di US. Duh, roommate, kamu penuh rahasia! ;D
Miss Pingkan, miss you! :"
Jadi keesokan harinya, Jum'at, 26 Juni 2014, pagi-pagi buta, kita bersiap-siap untuk acara utama. Yak, medical check up sodara-sodara. Kita tidak sarapan, harus puasa dulu, jadi langsung deh melesat cepat menuju salah satu rumah sakit di daerah kuningan

Sampai sana, belum buka, belum mulai pemeriksaannya hahaha kepagian -.-" Jadi cerita-cerita aja, mengabdikan momen di kamera, hingga satu persatu nama kita dipanggil

Selama sesi cerita-cerita yang ada juga curcol-curcolnya ituuu, saya menemukan kembaran yang sudah begitu lama hilang, bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya

Kak Aim namanya, gadis dari Bangka Belitung. Kita sama-sama anak psikologi, berjilbab, berkacamata, pakai baju orange pada hari itu, dan........tangan kita.............

Posisi tahi lalat yang sama pada tangan sebelah kiri yang langkaaa :"D

Ukur~ ukur~ ukur~ tinggi badan, berat badan, mata, tekanan darah, pengambilan darah, pemeriksaan tht, tulang, air seni, roengent, mmmm apa lagi ya.... setelah itu baru deeehh bisa makan :D

Setelah semua selesai, kita balik ke hotel, makan siang lagi hihihi. Terus pengarahan. Kemenpora first. Bapak-bapak menginspirasi yang keren sekali. Terus istirahat, daaannn ba'da maghrib kembali berkumpul. Ada info yang salah, saya dan roommate kira kumpul jam 19.30 itu untuk makan, ternyata....itu harus udah makan. Jadi deh kita diet, ga makan malam XD

Pengarahan dimulai kembali, kali ini dari alumni-alumni senior. Mendadak kita di tes!!! Oke... ketar ketir getir rasanyaaa. Ada 3 meja, meja 1 untuk international issue, meja 2 untuk tentang  diri sendiri, meja 3 untuk menari dan bernyanyi. Aaaaa shock.....tapi alhamdulillah :"

Selesai itu udah tengah malam, lanjut ukur batik, ngobrol, hingga tidur di jam 2 pagi hihihi. Esoknya, alarm khas roommate saya (saya sekarang saya jadikan alarm juga) berkali-kali  di snooze sanking kita kantuknya XD lagian pagi ini kita tidak harus kembali bangun pagi-pagi buta kok :D

Sabtu, 27 Juni 2014, pasca berhasil membuka mata, bersiap-siap, sarapan, daaannnn tibalah saat-saat terakhir itu....kita akan kembali ke pangkalan masing-masing, hampir ke setiap 34 provinsi yang ada di tanah air, ibu pertiwi yang begitu mutakhir


Dalam waktu 3 hari, saya bertemu 38 teman-teman se-nusantara yang.....ah....kalau boleh sebut satu-satu...dari barat hingga ke timur.... ada kak arief yang kharismatik, bang yugo yang emang udah kenal duluan huaha ini orang super sekali, vani yang imut nan lugu, kak ary yang suka main tebak-tebakan dan hipnosis-hipnosisan, kak lia ibu peri yang jagonya membawa keramaian, kak aim my twins!! :*, koko handri yang bersahabat sekaliii, kak mute yang sejak sebelum ketemu udah terasa super care dan melindungi, lyanda yang panggilan sayangnya li, kak hesti yang berinisiatif tinggi, koko jeffry yang lucu dan cerianya mengalahkan mentari, kak aii yang mengagumkan sekali, kak gilang yang berprinsip ta'aruf hihihi, kak syifa yang super ibu hore kita banget, kak rifan yang sepertinya lebih suka bertindak daripada berbicara, kak wawan oppaaaaa ini lucunya ampun-ampunan :", kak amel imam sholat jamaah dadakan kita yang pernah ke uk *envy*, mas bagus yang kata kak aii matanya bersinar, kak frischa gadis bali super cantik nan cerdas, kak ihram yang sepertinya mirip kak rifan >o<, kak mimin sang bodyguard kece, kak adam anak hardcore yang pernah punya rambut gimbal, kak takim blasteran yang tenang nan meneduhkan ahai, pingkan super pingkan pingkan muah muah, kak rihaf yang pertama kali naik bus kita sebelahan-doi cerdas sekali dan super jagoooo desain, kak rahmi kakak pkk hihihi cerianya sepanjang masa- tetangga kamar yang paling sering jemput bibah-pingkan untuk kumpul ke aula, kak cici yang mirip kakak penginsprirasi di kampus, kak linda sang annisa pohan yang fasih bahasa prancis, dedek theo yang cerdik dan ngajak ngomongin ggs hahaha, kak andin yang malu-malu disuapin nasi goreng hihi terus kita sering bareng-bareng cerita banyaaak hal :*, kak ichal yang sepertinya mirip kak rifan kak ihram atau mungkin saya yang belum berinteraksi lebih banyak dengan mereka huhuhu, kak ewis sang mutiara dari timur, kak renny yang imut dan lincah, kak jeri yang fasih banget sama berbagai kesenian, kak jeni abang yang lucunya ampun-ampunan pemecah segala beku dan kaku, kak rara yang super cantik dan jago musik kyaaa, kak ando bapak hore yang kepemimpinannya melimpah ruah, daaaannn daeng adi yang santai tapi serius. Semoga kita semua lulus mcu-nya....uni dhia dan kak dena yang belum sempat ketemu karena lagi periode juga semoga bisa ketemu di pdt, dan.....4 teman lainnya utusan pusat yang akan segera berkumpul juga :D

Hingga bus kembali melaju dengan syahdu, tawa kita yang ada di udara mendadak berkabut pertanda akan rindu. Hingga tiba di bandara, satu persatu kita masuk ke pintu-pintu yang membawa kembali ke halaman beranda. Doa saya satu, semoga Allah izinkan kita berjumpa lagi, dalam program yang sesungguhnya, hingga menyelesaikannya, hingga juga menjalankan tugas setelahnya, hingga menjadi pemuda-pemudi yang bermanfaat untuk yang lainnya, untuk Indonesia, untuk bangsa, negara, juga agama. Allahumma amiinn... Allahumma amiinn...

Can't wait to see you soon...soon...soon! :D

Monday, June 16, 2014

It's Your Time, It's Your Turn

" It's your time, Allah give it to you, no matter how the other is "

Kurang lebih seperti itu yang dikatakan salah seorang senior pada sore tadi. Rasanya dalam sodara-sodara...ada yang membuncah di hati saya, rasa-rasa khawatir yang sesekali muncul, yang membawa perbandingan-perbandingan diri yang sudah jelas sebenarnya tidak perlu, kembali tersadarkan dengan kata-kata itu.

Saya percaya. Saya percaya. Saya Percaya :")

Apa yang ditentukan Allah tidak pernah salah. Bila ini saatnya, maka saya akan siap, dan Allah juga akan senantiasa menolong saya untuk semakin siap.

Eh....jangan-jangan senior tadi mind reader yak? :O

Tapi yah gitu, di saat-saat apapun, selalu ada Sang Penguat, secara langsung maupun melalui mahluknya

Ga perlu sedih-sedih yah pokoknya, masih banyaaaaakkkk yang perlu disyukuri daripada diratapi, aaahhh indah sekaliiii <3

If it s really your time, absolutely you can.
When the moment is your turn, you will never return.

Wednesday, May 7, 2014

Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Menjawab :'D

Assalamualaikuuuuummm sahabaaattt *kutip pembukaan blog pika*

Harus mulai darimana saya tuangkan rasa haru ini? :'))))

***

Dua potong kalimat itu terhenti sekitar seminggu yang lalu, ketika saya ingin bercerita panjang lebar penuh antusias apa yang sudah terjadi

Saat itu ada panggilan yang membuat saya harus beranjak dari depan layar, menjadikan kalimat pembuka postingan saya bertahan sebagai draft, kemudian pola yang sama terus berlanjut hingga malam ini. Tidak terasa sudah seminggu berlalu dan begitu banyak hal-hal lain terjadi, memengaruhi kemurnian rasa yang sempat membumbung asa

Terkejut, bahagia, marah, kecewa, sedih, syukur, lupa, sabar, lelah dan begittttuuuuuuuu banyak emosi lainnya berganti-ganti menyelubungi saya

Hingga malam ini, saya masih kelelahan, banyak hal yang tiba-tiba berbeda sejak saat itu. Sungguh tidak ingin rasanya kehilangan greget ketika pertama kali mengetahui kabar itu, jantung yang berdebar-debar, mata yang berbinar-binar *duile*, semangat yang berkobar-kobar...

Saat itu, rasanya Allah kembali menunjukkan kebesaranNya, membuktikan bahwa tiada yang mustahil bagiNya. Saya, dengan segala kekurangan saya, Alhamdulillah lolos seleksi salah satu program pertukaran :')

Mimpi, cita-cita yang sudah bertahun-tahun dirangkai, angan yang terus dilukiskan, tiba hingga pada masa ketika doa-doa bersambut lembut :')

Saya sangat kaget saat tahu hal itu, sebelumnya tidak ada ekspektasi kelolosan, yang ada malah mengandalkan orang lain yang akan lolos. Tapi ternyata memang Dia Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Menjawab.

Saya ingin bercerita lebih banyak, tapi mohon izinkan mata ini terlelap dahulu dan hati ini juga kembali stabil. Sungguh, banyak kemungkinan-kemungkinan ketika apa yang di depan mata bisa sekejap habis masa. Saya belum tentu berangkat, teman-teman...akan saya ceritakan kemudian juga tentang ini.

Tetap semangat, tetap percaya pada kekuatan doa, tetap yakin Dia adalah pembolak-balik hati yang memiliki paling banyak kejutan, dan sekarang ini tidurlah yang nyenyak dulu... :)))